Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terbuat dari Tiang Bambu, Kolongan Sering Tertabrak Merpati

AA
TETAP DIMINATI: Keberadaan kalangan merpati masih banyak dijumpai di beberapa wilayah. Lokasi ini menjadi titik kumpul komunitas merpati untuk menguji ketangkasan dan kecerdasan burung terbang. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
TETAP DIMINATI: Keberadaan kalangan merpati masih banyak dijumpai di beberapa wilayah. Lokasi ini menjadi titik kumpul komunitas merpati untuk menguji ketangkasan dan kecerdasan burung terbang. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Advertisement

RADAR JOGJA - Kolongan atau kalangan kerap dijumpai di berbagai wilayah di DIY. Berbentuk seperti kubus dengan pembuatan cukup sederhana membuat fasilitas untuk mendaratkan merpati ini, cukup unik serta mudah dikenang. Bahkan di masa jayanya, kalangan menjadi titik kumpul komunitas merpati hingga masyarakat sekitar.

Penggemar merpati asal Kalurahan Sentolo Ilham Kurniawan mengaku telah mengenal kalangan sebagai tempat bekumpul komunitas merpati sejak dari kecil. Kalangan tak hanya menjadi tempat berkumpul, namun menjadi tempat menghabiskan waktu untuk penggemar merpati sepertinya.

Advertisement

"Kalangan atau kolongan biasanya tempat berkumpul komunitas, tempat kompetisi hingga sharing antarpenggemar merpati," ucap Ilham, Jumat (25/9).

Ilham menjelaskan, masa kejayaan kolongan ada di tahun 2000-an. Saat itu, hobi memelihara merpati kerap ditemui di berbagai daerah. Dari situlah muncul ide membuat tempat bekumpul komunitas pecinta merpati.

Tak hanya berkumpul, muncul kompetisi yang dapat diikuti oleh penggemar merpati. Dari situlah muncul kalangan sebagai sarana mendarat merpati.

Kalangan berbentuk kubus sederhana, berukuran 8-12 meter tiap sisinya. Di tiap sudutnya dipasang tiang bambu dengan warna cerah, seperti merah putih. Di bagian atas, antara tiang biasanya dihubungkan dengan tali penuh ornamen seperti bendera atau botol. Bentuk yang sederhana ini, justru terlihat mencolok dan gampang ditemukan oleh merpati.

Proses pembuatan kalangan biasanya hanya memakan waktu beberapa hari. Namun titik lokasi pemasangan kolongan harus mempertimbangkan beberapa aspek. Paling utama, lokasi harus terbuka dan tak terhalang pohon. Tujuannya, agara merpati yang sedang terbang tinggi dapat langsung menemukan tempat mendarat.

Selain itu, arah pemasangan sisi kolongan harus tegak lurus dengan lokasi penerbangan merpati. Biasanya merpati diterbangkan di jarak 800 meter hingga satu kilometer. Sehingga, pembangunan kalangan harus mempertimbangkan lokasi penerbangan.

"Kalau kompetisi, merpati harus mendarat melalui sisi persegi di bagian atas, tidak boleh lewat dari bawah," ungkapnya.

Ilham mengaku punya kenangan tersendiri dengan kalangan. Pasalnya, keunikan kalangan tak hanya dari bentuk, tapi penerapan dalam kompetisi. Keharusan mendarat dari bagian atas sisi kalangan seringkali menyebabkan insiden. Burung merpati tak jarang menabrak tiang kalangan hingga mati. Beberapa kali merpatinya mati akibat menabrak tiang bambu.

Advertisement
Editor : Sevtia Eka Novarita
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Hobi dan Kenangan Pecinta Burung Merpati, Kolongan Lapak Limbah Banyon Bertahan hingga Kini

Dari Hobi dan Kenangan Pecinta Burung Merpati, Kolongan Lapak Limbah Banyon Bertahan hingga Kini

Ada masa ketika merpati kolong di Jogjakarta belum seramai sekarang. Belum banyak lapak, belum ada jadwal turnamen yang tersusun rapi, dan para pehobi berkumpul lebih banyak karena kesamaan kegemaran. Dari masa itulah...

Keselamatan Merpati Nomor Satu, Tempat Pendaratan Kini Wajib Ada Matras dan Tiang Dibalut Busa

Keselamatan Merpati Nomor Satu, Tempat Pendaratan Kini Wajib Ada Matras dan Tiang Dibalut Busa

Keberadaan arena atau kalangan/kolongan merpati bukan sekadar tempat berkumpulnya para pecinta burung sekeliling kampung. Bagi Persatuan Penggemar Merpati Kolong Yogyakarta (PPMKY), ajang balap merpati kolong telah...

Gelombang Rossby dan Kelvin Aktif di Pulau Jawa, Hujan di DIY Berpotensi Meningkat

Gelombang Rossby dan Kelvin Aktif di Pulau Jawa, Hujan di DIY Berpotensi Meningkat

Curah hujan di DIY berpotensi meningkat seiring aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi hujan dengan intensitas ringan...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer