Gaya Khas Vokal dan Cengkok Ki Hadi Sugito Banyak Menginspirasi Dalang Muda

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Guru Pedalangan SMKI Jogjakarta Tri Nurwanto. (DOK. PRIBADI)
Guru Pedalangan SMKI Jogjakarta Tri Nurwanto. (DOK. PRIBADI)

RADAR JOGJA - Sosok maestro dalang legendaris asal Kulon Progo, Ki Hadi Sugito cukup memberi pengaruh mendalam bagi dunia pagelaran wayang kulit. Gaya penokohan serta keahlian vokalnya menjadi panutan bagi dalang lintas generasi. Termasuk siswa di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Jogjakarta.

Guru Pedalangan SMKI Jogjakarta Tri Nurwanto mengatakan, Ki Hadi Sugito merupakan salah satu figur ikonik dalam dunia pewayangan. Khususnya di wilayah Jogjakarta bagian barat. Bahkan di dunia pedalangan Ki Hadi Sugito juga memiliki julukan sebagai dalang cucut.

Predikat itu merujuk pada kemampuan istimewa seorang dalang dalam menyuarakan karakter wayang secara presisi dan berbeda-beda. Menyesuaikan dengan wanda atau raut muka wayang yang dimainkan.

"Ada beberapa tokoh yang sama-sama berkarakter suara kecil, seperti Durna, Karna, dan Setyaki. Namun Ki Hadi Sugito tetap bisa memberikan warna vokal yang berbeda dan khas untuk masing-masing tokoh," ujar Tri kepada Radar Jogja, Jumat (31/7).

Baca Juga: Ratusan Bikers Padati Yogyakarta dalam Gelaran Honda Vario Evo 160 Night Ride

Selain keahlian vokal, gaya penyampaian Ki Hadi Sugito dinilai sangat komunikatif, humoris, namun tetap mengakar kuat pada keindahan sastra dan penggunaan tembung kawi. Pendekatan tersebut membuat pertunjukan dalang kelahiran Kulon Progo itu mampu merangkul berbagai kalangan. Mulai dari sesepuh hingga generasi muda.

Tri yang juga merupakan abdi dalem Keraton Jogja dengan nama Mas Panewu Purba Wicara ini mengungkapkan, salah satu warisan penting dari garapan Ki Hadi Sugito adalah keahliannya dalam membawakan suluk penokohan yang bersifat situasional.

Terkait relevansinya dalam dunia pendidikan seni pertunjukan, Tri menyebut nilai-nilai dan struktur garapan khas Ki Hadi Sugito sering diadaptasi ke dalam pembelajaran bagi para siswa jurusan pedalangan. Meskipun tidak secara formal dalam kurikulum.

Baca Juga: Selain Diberhentikan, Carik dan Danarta Bangunkerto Harus Mengembalikan Anggaran yang Diselewengkan dalam 60 Hari

"Banyak siswa yang secara alamiah membawa gaya vokal, cengkok, dan penokohan khas Pak Gito saat ujian. Gaya beliau itu dirasa sangat enak untuk dipelajari, dilakonkan, dan diimplementasikan oleh para dalang muda," tuturnya. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
ki hadi sugito Guru Pedalangan SMKI Jogjakarta Tri Nurwanto dalang wayang kulit pewayangan