Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Belum Usai, Pemkab Bantul Siapkan Perpanjang Kesiapsiagaan

A
Penulis: Aris Romadhon❯
DAMPAK KEMARAU: BPBD Bantul menyiapkan 400 tangki untuk menghadapi kekeringan tahun ini. (ISTIMEWA)
DAMPAK KEMARAU: BPBD Bantul menyiapkan 400 tangki untuk menghadapi kekeringan tahun ini. (ISTIMEWA)

Advertisement

BANTUL - Musim kemarau yang masih berlangsung membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersiap memperpanjang masa kesiapsiagaan penanganan kekeringan. Pemerintah belum dapat memastikan kapan penanganan berakhir karena masih menunggu perkembangan cuaca dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, perpanjangan masa kesiapsiagaan akan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan. Jika hujan belum turun dan kemarau terus berlangsung, masa penanganan akan diperpanjang. “Kalau kemudian kemarau masih berlanjut, panjang, tentu kita akan melakukan perpanjangan kesiapsiagaan,” ujar Agus Minggu (27/9).

Advertisement

Menurut Agus, pemerintah tidak bisa menetapkan batas waktu penanganan secara kaku, misalnya hanya satu atau dua pekan. Masa kesiapsiagaan akan mengikuti perkembangan kondisi alam. “Perpanjangan itu tergantung kondisi alam. Situasional,” katanya.

Sementara itu, kebutuhan air bersih bagi warga terdampak masih dipenuhi melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, swasta, dan berbagai kelompok sosial. Bantuan terutama berupa distribusi air menggunakan tangki ke wilayah yang membutuhkan.

Advertisement

Agus memastikan hingga kini kebutuhan air bersih masyarakat terdampak masih dapat dipenuhi berkat dukungan berbagai pihak. “Semua komponen masyarakat, kelompok-kelompok partisipan itu banyak yang kemudian memberikan kontribusi tangki-tangki air kepada masyarakat di sana,” ujarnya.

Meski distribusi air terus dilakukan, Agus mengingatkan warga agar menggunakan bantuan secara hemat dan memprioritaskannya untuk kebutuhan dasar. Air yang tersedia diminta tidak digunakan untuk kebutuhan yang dapat ditunda.

“Prioritas kebutuhan dasar manusia dulu, untuk makan, minum, cuci, dan sebagainya. Kemudian kalau kita punya air yang lebih, baru untuk yang lain,” katanya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bantul Yulius Suharta mengatakan, kemarau panjang menjadi salah satu dampak fenomena El Nino yang diperkirakan masih berpengaruh hingga awal 2027.

 

BPBD Bantul pun mulai menyiapkan kebutuhan penanganan, termasuk dukungan anggaran dan kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk distribusi air bersih. “Dari BPBD Kabupaten Bantul sudah mempersiapkan terkait dengan bentuk-bentuk CSR dalam mendroping air bersih di wilayah-wilayah tertentu,” ujar Yulius.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sumur Bor Sedalam 120 Meter Tak Mampu Atasi Kemarau, Warga Watu Belah Kulon Progo Bergantung Bantuan

Sumur Bor Sedalam 120 Meter Tak Mampu Atasi Kemarau, Warga Watu Belah Kulon Progo Bergantung Bantuan

Kemarau panjang membuat ratusan KK di Padukuhan Watu Belah, Kulon Progo, mengalami krisis air bersih. Sumur bor sedalam 120 meter tak berfungsi optimal sehingga warga mengandalkan bantuan air bersih.

Bakar Sampah di Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan di Sleman Melonjak Signifikan

Bakar Sampah di Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan di Sleman Melonjak Signifikan

Jumlah peristiwa kebakaran lahan di Kabupaten Sleman meningkat signifikan sejak musim kemarau panjang . Kondisi ini menyebabkan berkurangnya kelembapan sehingga lahan dan vegetasi cenderung kering dan mudah terbakar ...

Air Jadi Beban Baru bagi Warga Bojongsari saat Kemarau, Harus Membeli Rutin Rp 500 Ribu Per Bulan

Air Jadi Beban Baru bagi Warga Bojongsari saat Kemarau, Harus Membeli Rutin Rp 500 Ribu Per Bulan

Kemarau berkepanjangan membuat air bersih menjadi beban baru bagi warga Desa Bojongsari, Kecamatan Alian. Sumber mata air yang mulai mengering memaksa warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dengan ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer