Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sirkuit Paseban, Arena Balap Jalanan Legendaris di Bantul, Dikenal sebagai Monaco-nya Jogja

Cintia Yuliani • Minggu, 17 Mei 2026 | 09:00 WIB
Dodi Purnomo Jati sedang memberikan sambutan di acara komunitas motornya.  Dok. Pribadi/Radar Jogja
Dodi Purnomo Jati sedang memberikan sambutan di acara komunitas motornya.  Dok. Pribadi/Radar Jogja

BANTUL - Sirkuit balap motor dadakan di dalam kota dulu cukup sering digelar di DIY. Salah satunya berada di kawasan Kantor Pemkab Bantul dan Lapangan Paseban.
"Dulu sekitar tahun 2000-an sirkuit di Paseban terkenal dengan Monaco-nya Jogja," jelas salah seorang penonton sekaligus pembalap era 2000-an di Bantul Dodi Purnomo Jati, Jumat (15/5/2026).
Sirkuit yang berada di kawasan Paseban atau yang kerap dijuluki sirkuit Pasar Senggol ini memiliki rute yang melintasi depan Kantor Pemkab Bantul, kemudian berbelok ke kiri melewati Polres Bantul, menuju ke selatan hingga depan pemkab. Lalu memutar balik ke arah utara dan kembali masuk ke kawasan Paseban.

Baca Juga: Catatan Menarik PSS Sleman di Musim 2025/2026, Perolehan Gol Tercatat Berasal dari Semua Lini

"Dulu kalau nggak salah babak penyisihan tujuh putaran, semi final sembilan, dan final 12 putaran," bebernya. Pada masanya, balapan motor di Paseban selalu dipadati penonton, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sekretaris Komisi B DPRD Bantul itu mengaku kecintaannya terhadap dunia balap motor bermula sejak sering menonton kompetisi balap di televisi saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Selain itu, lingkungan tempat tinggalnya yang dekat dengan para penghobi balap motor turut memengaruhi ketertarikannya pada olahraga tersebut. "Saya suka karena termasuk olahraga yang memacu adrenalin," katanya.

Ketertarikannya itu kemudian membawanya berani terjun menjadi pembalap saat masih SMP. Keputusan itu membuahkan hasil. 

Baca Juga: Pemain Asal Ghana Latif Blessing Segera Mendarat ke Sleman, Bergabung dengan PSS untuk Perkuat Musim Depan

Sirkuit Paseban menjadi saksi kegigihannya berlatih hingga ia berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat kabupaten maupun nasional, dengan koleksi sekitar 150 piala.

"Saya juga pernah mengikuti kejuaran di luar Jogja, dan pernah juga nonton langsung di Sirkuit Sepang," terangnya.

Ia juga memiliki pembalap idola, Valentino Rossi. Menurutnya, pembalap asal Italia itu memiliki performa balap yang konsisten, selebrasi yang khas, dan kerap menjadi juara dunia.

Hingga kini, politikus Fraksi PDI Perjuangan itu masih mengikuti perkembangan dunia balap motor. Termasuk kiprah pembalap asal DIY yang mampu menembus kejuaraan internasional.

Baca Juga: BPBD Bantul Anggarkan Rp 20 Juta untuk Kebutuhan Droping Air Bersih, Sampai saat Ini Belum Ada Pengajuan

Kecintaannya pada dunia otomotif juga membuatnya tetap aktif di berbagai komunitas motor, salah satunya BTRAC. Dodi, mantan pembalap asal Trimurti, Srandakan, ini berharap Bantul suatu saat memiliki sirkuit permanen untuk menjaring pembalap-pembalap berbakat.

Menurutnya, keberadaan sirkuit juga dapat mengangkat nama Bantul sekaligus menarik wisatawan melalui penyelenggaraan event balap motor road race.

"Selain sektor wisata karena kedatangan orang banyak, juga bisa membantu UMKM yang ada di Bantul atau menaikkan perekonomian Bantul," tandasnya. (cin/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Lapangan Paseban #Balap Jalanan #balap motor #sirkuit #monaco