Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tumbler Vaples, Kerap Dicantel di Kolongan Ikat Pinggang untuk Kepraktisan

Fahmi Fahriza • Minggu, 10 Mei 2026 | 06:07 WIB
Dosen Prodi Tata Busana UNY Kusminarko Warno.
Dosen Prodi Tata Busana UNY Kusminarko Warno.

 

RADAR JOGJA - Botol minum atau tumbler kini jadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban untuk mengurangi sampah plastik. Meski demikian, dulu juga ada tumbler yang banyak digunakan masyarakat. Namanya tumbler vaples yang memberikan kesan militer. 


Dosen Program Studi D4 Sarjana Terapan Tata Busana, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kusminarko Warno menjelaskan, tumbler ini awalnya memang dikhususkan untuk militer. Bahannya terbuat dari logam aluminium yang kemudian dibungkus dengan kain kanvas tebal untuk melindungi botol dari getaran dan gonjangan. 

Baca Juga: Hasil PSS Sleman vs Garudayaksa, Brace Gustavo Tocantins Bawa Laga Final Pegadaian Championship ke Extra Time


"Banyak yang menggunakannya dengan cara dicantel di kolongan ikat pinggang untuk kepraktisan," katanya dihubungi Jumat (8/5). 


Hal ini karena vaples banyak dipilih untuk kegiatan di luar ruangan, seperti latihan militer atau naik gunung. Adanya tumbler di pinggang membuat penggunanya lebih mudah jika akan meminumnya. Tanpa harus membongkar barang yang ada di dalam tas. 

Baca Juga: Berdasarkan Laporan Masyarakat, Dalam 24 Jam Polres Bantul Sita Ratusan Botol Miras Ilegal dari Enam Lokasi


Dia sebut memang banyak masyarakat umum yang juga menggunakan, terutama laki-laki. Meski bukan untuk tren, Kusminarko menilai memang tumbler ini memberi kesan maskulin yang kuat. 


Apalagi didukung dengan warnanya yang cenderung gelap. Tumbler vaples juga dia sebut masih banyak dijual di pasar loak sebagai koleksi barang antik. 
"Saya lihat sampai sekarang masih ada orang yang berpetualang pakai tumbler ini, lengkap dengan kain kanvasnya," ucapnya. 

Baca Juga: Babak Pertama Final Pegadaian Championship: Garudayaksa Ungguli PSS Sleman


Menurut Kusminarko, sejak dulu tidak ada batasan terkait minuman yang diisi di dalam tumbler ini. Bisa jadi sekadar air sungai atau mata air yang ditemukan. Bisa juga olahan air sederhana seperti teh maupun kopi. 


Tumbler ini dia sebut masih cocok digunakan sampai saat ini. Walau demikian, terkait tren terkini dia nilai masyarakat lebih banyak memilih kapasitas botol yang lebih besar untuk menunjang gaya hidup sehat dengan banyak minum. 


Sementara botol dipilih dengan gaya yang lebih minimalis.  "Tumbler vaples itu mungkin orang 90-an yang tahu. Anak sekarang belum tentu tahu," ujarnya. (del/laz) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#VAPLES #OILDIES #jadul #botol minum #pengamat