Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Vaples, Botol Tempur yang Menyimpan Cerita, dari Medan Latihan hingga Jadi Kenangan

Naila Nihayah • Minggu, 10 Mei 2026 | 06:00 WIB

 

BERSEJARAH: Sakimun saat menunjukkan vaples miliknya. (Dok: Pribadi)
BERSEJARAH: Sakimun saat menunjukkan vaples miliknya. (Dok: Pribadi)

 

RADAR JOGJA - Di tengah maraknya botol minum modern dengan berbagai desain, ada satu benda yang tetap bertahan di lingkungan militer, yakni vaples atau veples. Botol plastik keras berwarna hijau ini bukan sekadar tempat minum, tetapi bagian dari identitas, disiplin, dan memori panjang para prajurit.


Bagi Sakimun, vaples bukan benda asing. Ia kali pertama mengenalnya saat dinyatakan lolos menjadi prajurit TNI pada 1991. Saat itu, vaples menjadi bagian dari perlengkapan perorangan lapangan (kaporlap) yang wajib dimiliki setiap prajurit.


"Setiap prajurit dapat satu. Warnanya hijau, bahannya plastik keras, ada sarungnya, dan dilengkapi cangkir aluminium," ujar Sakimun kepada Radar Jogja, Jumat (8/5).

Baca Juga: PSS Gagal Juarai Championship Musim 2025/2026 meski Tampil Heroik, Suporter Nyalakan Flare di Dalam MagIS


Dalam keseharian pendidikan militer, veples tidak pernah lepas dari tubuhnya. Dia menyebut, botol itu digantung di kopel atau ikat pinggang besar khas tentara tepat di sisi kiri. Setiap pagi sebelum latihan, vaples wajib diisi penuh sebagai bekal selama kegiatan lapangan.


Dia mengatakan, fungsi tumbler tentara itu memastikan prajurit tetap terhidrasi di tengah latihan fisik yang berat. Mulai dari long march, merayap, hingga latihan tempur di medan terbuka.

Baca Juga: Hasil PSS Sleman vs Garudayaksa, Brace Gustavo Tocantins Bawa Laga Final Pegadaian Championship ke Extra Time


Namun, di balik fungsi praktisnya, vaples juga menyimpan cerita disiplin yang keras. Sakimun masih mengingat betul satu pengalaman yang membekas selama pendidikan.


Suatu hari, setelah sesi latihan fisik yang berat, tutup vaples miliknya hilang. Ia mencoba menggantinya dengan plastik yang diikat karet. Alih-alih dimaklumi, pelatih justru memberikan hukuman.


"Kami semua disuruh masuk ke empang, berlumpur dari kepala sampai kaki," kenang prajurit berpangkat terakhir pembantu letnan dua (pelda) itu.


Hukuman itu tidak berhenti di situ. Malam harinya, para peserta yang kehilangan tutup vaples diwajibkan menghafal Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebelum akhirnya tutup botol mereka dikembalikan.


Dari situ, lanjut Sakimun, peristiwa itu menggambarkan bagaimana vaples bukan sekadar barang, melainkan simbol kedisiplinan. Setiap perlengkapan harus dijaga, karena kelalaian sekecil apa pun memiliki konsekuensi. "Barang inventaris itu harus nempel terus. Tidak boleh hilang," tegasnya.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Latar Belakang Keberadaan 11 Bayi di Sebuah Rumah di Pakem


Seiring waktu, vaples tetap setia menemani perjalanan dinas Sakimun. Dari masa pendidikan, masuk satuan tempur Infanteri 403, hingga penugasan ke Papua dan Ambon, tumbler itu selalu dibawa.


Dalam kondisi lapangan yang minim logistik, kata dia, vaples menjadi andalan utama. Prajurit kerap mengisi ulang air di titik istirahat, bahkan merebus air sendiri atau meminta kepada warga saat operasi berlangsung.

Baca Juga: PSIM Jamu Malut di SSA Bantul, Van Gastel Indikasi Replikasi Permainan saat Menang di Maluku Utara


"Kalau tidak bawa vaples, mau minum pakai apa. Tidak mungkin pinjam, karena semua cuma punya satu," lontarnya.


Nilai emosional itu membuat vaples tidak tergantikan, meski kini banyak pilihan botol minum modern. Bagi Sakimun, vaples memiliki nilai historis dan kultural yang melekat pada kehidupan militer.


Selain itu, dari sisi fungsi, vaples dikenal tangguh. Bahannya keras, tidak mudah pecah meski terbentur atau terinjak. Berbeda dengan botol plastik sekali pakai. "Dibanting pun tidak pecah. Itu keunggulannya," ujarnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Pulang dari Stadion GBLA Bandung Naik Barakuda Kali Pertama bagi Pemain dari Eropa, Raka Cahyana Sudah Biasa


Perawatannya pun tergolong mudah. Cukup dibersihkan dengan air panas untuk menghilangkan bau dan menjaga kebersihan. Cara sederhana ini membuat vaples tetap layak digunakan dalam jangka waktu lama.


Meski dianggap jadul, keberadaan vaples tidak sepenuhnya tergeser. Generasi baru prajurit masih mengenalnya, bahkan menggunakannya dalam pendidikan dasar militer.

Baca Juga: PSS Sleman Jangan Mampir Ngombe di Super League


Hal itu dirasakan Kurniawan, warga Kota Magelang yang mengikuti pendidikan dasar militer pada April 2026. Ia mengaku tidak menyangka akan mendapat perlengkapan seperti vaples. "Dari awal sampai akhir kegiatan selalu dibawa. Air di dalamnya sangat dibutuhkan di sela-sela latihan," katanya.


Selama hampir tiga bulan pendidikan, vaples menjadi bagian dari keseharian sekaligus pengalaman personal. Meski kini tidak lagi digunakan dan hanya menjadi pajangan, botol tersebut tetap menyimpan cerita tersendiri.


Menurut Awan, kekuatan bahan dan kemudahan dibawa membuat vaples masih relevan hingga sekarang. Perawatannya pun sederhana, cukup dicuci setelah digunakan dan disimpan di tempat aman. (aya/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#VAPLES #oldies #Pendidikan #botol minum #prajurit tni