RADAR JOGJA - Monopoli menjadi salah satu permainan papan (board game) yang cukup populer di Indonesia. Namun bagi pecinta atau komunitas board game, permainan itu dirasa kurang menantang.
Sheriff Komunitas Board Game Yogyakarta (Koboy) Dipet Rama mengatakan, bagi orang yang sangat antusias terhadap board game, monopoli bukan merupakan permainan yang bagus. Lantaran pola permainannya sangat bergantung pada keberuntungan lemparan dadu.
Dipet menilai, di dunia board game masih banyak permainan yang lebih mengasyikkan dibandingkan monopoli. Sebab kini dunia board game berkembang sangat pesat atau tidak hanya bergantung pada permainan tradisional seperti monopoli atau ular tangga.
Baca Juga: 24 Dokter Muda Mulai Bertugas di Magelang, Damar Ingatkan soal Tantangan Pelayanan hingga Fasilitas
“Jujur saja, dari perspektif orang yang sudah menekuni board game, monopoli ini termasuk salah satu gim yang kurang ideal. Karena mekaniknya hanya lempar dadu, dapat uang, dan negosiasi. Semuanya sangat bergantung pada hasil kocokan dadu," ujar Dipet kepada Radar Jogja, Jumat (10/4).
Meski demikian, Dipet tidak memungkiri bahwa monopoli bisa menjadi salah satu pintu masuk ke permainan board game lainnya. Melalui board game dan dukungan komunitas, tidak menutup kemungkinan orang bisa menyukai permainan board game lain yang lebih mengasyikkan.
Baca Juga: Dampak Hujan Deras di Sleman, Sebabkan Tanggul Jebol hingga Rumah Warga Kebanjiran
Menurutnya, potensi board game di dunia sangat banyak. Ada gim yang sangat simpel tapi seru dan mungkin orang Indonesia belum tahu. Kemudian juga gim tingkat menengah yang mulai mengasah logika, hingga gim rumit yang memerlukan strategi berat.
"Memang bisa jadi landasan, sehingga kalau mereka suka monopoli maka mereka akan suka board game lainnya," tandas Dipet. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita