Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sawangan, Alat Menandai Burung Merpati saat Terbang: Tidak Boleh pada Lomba Resmi, Tak Sedikit Ditempel di Helm

Anom Bagaskoro • Minggu, 15 Februari 2026 | 08:10 WIB

 

 

Headshot Jumakir.
Headshot Jumakir.

KULON PROGO - Bagi pecinta burung merpati atau dara, sawangan terdengar tidak asing lagi.

Benda yang biasanya ditempel di bagian punggung burung itu memiliki fungsi tersendiri.

Utamanya, memberikan tanda pada burung yang sedang terbang di udara.

Tapi, sawangan kini tidak hanya ada pada burung. Tak sedikit orang yang menempelkan sawangan di helm, bodi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tujuannya untuk mendapatkan bunyi seperti halnya saat ditempelkan pada merpati.

Pecinta burung merpati Jumakir menjelaskan, perkembangan sawangan pada awalnya dimulai dari bahan kayu.

Sawangan kayu dadap dulunya cukup digemari oleh pecinta burung dara. Namun, mulai ditinggalkan sejak munculnya sawangan berbahan plastik.

"Sawangan itu alat yang memberikan bunyi saat merpati terbang," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (13/2/2026).

Jumakir menjelaskan, sawangan biasanya berukuran jempol orang dewasa. Terdapat lubang keluar masuk udara, yang mana dapat menimbulkan suara cukup nyaring.

Sebagai pecinta burung, sawangan normalnya dipasang di bagian ekor. Namun perkembangannya terdapat variasi yang dapat dipasang dibagian leher burung.

Pecinta merpati biasanya memanfaatkan tiga jenis sawangan. Jenis sawangan dikategorikan berdasarkan jumlah lubang.

Biasanya sawangan berlubang satu lebih nyaring dibandingkan sawangan berlubang dua atau tiga.

Penyesuaian jumlah lubang ini, tentu memperhatikan pemakaian. "Kalau bisa suaranya berbeda dengan lawan latih tanding, karena sebagai pembeda atau penanda," ungkapnya.

Kebanyakan sawangan biasanya digunakan untuk latih tanding. Burung merpati yang biasanya terbang tinggi, di jarak satu kilometer biasanya langsung terdengar suara nyaringnya.

Sebagai joki merpati, itulah momen yang ditunggu untuk memberikan aba-aba agar burung segera mendarat.

Selain latih tanding, sawangan kerap digunakan sebagai metode latihan efektif. Lantaran, mencegah burung yang baru pertama dilepas dapat mengenali pemiliknya.

Saat dilepas di jarak dekat, biasanya burung terbang sambil melihat aba-aba pemilik.

Jika tak ada tanda bunyi dari sawangan, pemilik dipastikan tak dapat melihat posisi burung yang berdampak tak bisa memberikan aba-aba.

Akan tetapi, metode latihan ini penuh risiko. Lantaran, burung yang kali pertama dilatih langsung dengan sawangan dapat dicuri orang.

Mengingat sawangan memiliki bunyi keras, sehingga burung dapat diberikan aba-aba untuk mendarat oleh bukan pemiliknya.

"Sawangan biasanya dilarang pada saat lomba," ungkapnya.

Kendati cukup membantu, sawangan biasanya dilarang pada pertandingan resmi. Lantaran sawangan memudahkan pemilik.

Utamanya, saat memberikan aba-aba ke burung merpati. (gas/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sawangan #pecinta burung #Burung Merpati