GUNUNGKIDUL - Pemberdayaan lansia menjadi salah satu fokus utama PKK Kalurahan Karangasem, KapanewonPaliyan, Kabupaten Gunungkidul, melalui Program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana (GKSTTB).
Beragam kegiatan sederhana namun berkelanjutan, mulai dari senam pagi hingga ngobrol santai, terbukti mampu meningkatkan kualitas kesehatan fisik sekaligus semangat hidup para lansia.
Ketua PKK Kalurahan Karangasem Isti DharmarantiSetiyati mengatakan, GKSTTB dirancang menyentuh seluruh kelompok usia, dengan perhatian khusus pada lansia produktif maupun lansia tirah baring.
Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata medis, tetapi juga sosial dan psikologis.
“Salah satu kegiatan rutin kami adalah senam pagi lansia produktif. Meski sebagian besar lansia di sini masih aktif bertani, kegiatan senam tetap kami lakukan karena suasananya berbeda. Berkumpul, bergerak bersama, muncul rasa bahagia dan semangat hidup,” ujarnya saat ditemui di rumahnya pada Jumat (6/2/2026) malam.
Menurut Isti, kebahagiaan dan energi positif yang muncul saat lansia berinteraksi menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental.
Hal ini diperkuat dengan kegiatan posyandu lansia yang dilaksanakan setiap bulan. Di sela menunggu pemeriksaan kesehatan, PKK Karangasem menghadirkan program Ngobras atau ngobrol santai.
Untuk menambah suasana akrab, PKK juga menyediakan berbagai permainan sederhana seperti lego, menggambar, mewarnai, dan catur.
Aktivitas tersebut memicu interaksi dan meningkatkan kebahagiaan lansia.
Baca Juga: Erwan Hendarwanto Dipinjamkan ke Garudayaksa FC, Musim Depan Kembali sebagai Dirtek EPA PSIM Jogja
“Kami bagi beberapa regu untuk bercerita. Dari situ mereka saling berbagi pengalaman soal kesehatan, penyembuhan, sampai cerita kehidupan masa lalu. Obrolannya mengalir santai dan membuat lansia merasa diperhatikan,” jelasnya.
Selain lansia produktif, lanjut dia, pendampingan juga menyasar lansia tirah baring. Tiga kader PKK Karangasem yang telah bersertifikat dari Bethesda Jogja ditugaskan sebagai pendamping lansia.
Mereka bertanggung jawab membantu perawatan harian, termasuk mendampingi keluarga dalam merawat lansia, mulai dari memandikan hingga pemantauan kondisi kesehatan.
“Pendampingan lansia tirah baring ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Tujuannya agar lansia tetap terawat dengan baik dan keluarga merasa terbantu,” katanya.
Upaya berkelanjutan PKK Karangasem tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah kalurahan.
Lurah Karangasem Sigit Purnomo menegaskan, pihaknya tidak hanya mendukung secara kebijakan, tetapi juga memfasilitasi layanan konkret bagi lansia dan warga secara umum.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Tebing Sungai Pelang di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman Dikeluhkan Rawan Longsor
“Kami memfasilitasi program ini dengan menyediakan layanan ambulans untuk penjemputan maupun pengantaran lansia saat berobat, baik ke puskesmas maupun rumah sakit. Bahkan layanan ini terbuka untuk seluruh warga Karangasem,” terangnya.
Menurutnya, peran kalurahan juga diperluas hingga pada pengurusan administrasi layanan kesehatan.
Ketika lansia mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, pihak kelurahan langsung turun tangan.
“Yang mengurus pengaktifan kembali BPJS bukan keluarga, tapi kami dari kalurahan. Ini bagian dari tanggung jawab pendampingan,” tegasnya.
Ia menambahkan, gerakan pendampingan dan pemberdayaan lansia menjadi sangat penting di Gunungkidul, mengingat angka bunuh diri di wilayah ini tergolong tinggi. Kehadiran negara melalui kalurahan dan PKK diharapkan mampu menjadi salah satu upaya pencegahan.
“Dengan lansia merasa diperhatikan, diajak beraktivitas, diajak ngobrol, kami berharap bisa menekan risiko masalah kesehatan mental, termasuk upaya bunuh diri,” katanya.
Pendekatan menyeluruh inilah yang mengantarkan Kalurahan Karangasem meraih peringkat pertama Program Pengembangan GKSTTB tingkat DIY pada 2025 dengan nilai tertinggi 895 poin.
“Pemberdayaan lansia membuktikan bahwa program kesehatan dan ketangguhan bencana bisa berjalan beriringan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tambah Sigit. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita