RADAR JOGJA - Jika kalian lahir di era 90-an, pasti ingat dengan celana mambo. Celana dengan ciri khas potongan longgar dan aksen garis (stripe) di bagian samping ini sempat menjadi primadona kawula muda pada masanya.
Tapi, meski sudah hits sejak tahun 90-an, kini tren busana itu tampaknya tidak surut. Malah perlahan mulai naik daun lagi di tengah gempuran istilah skena yang sedang digandrungi anak muda masa kini.
Desainer UNY Afif Ghurub menjelaskan, secara anatomi desain, celana mambo sebenarnya berangkat dari siluet palazzo, yakni celana panjang dengan potongan longgar yang lurus dari panggul hingga ujung pipa.
"Jadi beda dengan model baggy. Kalau baggy itu menggembung di panggul lalu mengecil di bawah. Nah, kalau mambo ini lurus dan longgar," jelasnya, Jumat (6/2).
Afif menjelaskan, istilah mambo sendiri sebenarnya berawal dari sebuah label pakaian anak-anak. Namun dalam perkembangannya, desain itu justru identik dengan gaya street wear yang terinspirasi dari label Alien Workshop.
Ciri khasnya sangat ikonik, yakni ada motif garis turun di sisi samping dan kepala alien di bagian atasnya. "Istilah kasarnya, dulu itu banyak yang mengadaptasi atau meng-KW-kan desain itu ke celana-celana santai. Akhirnya orang lebih mengenal itu sebagai celana mambo," ungkapnya.
Secara desain, Afif menilai celana mambo ini sangat eye catching. Aksen garis vertikal di sisi samping membuatnya tidak membosankan. Penggunaan warna yang kontras antara warna dasar celana dengan garisnya, memberikan efek visual yang kuat.
Menariknya, Afif menyebut mengenakan celana mambo bisa memberikan efek psikologis bagi pemakainya. "Tampilannya pasti muda. Orang yang sudah berumur sekalipun, kalau berani pakai ini akan tampak lebih muda. Ini efek desainnya memang memudakan," bebernya.
Meski begitu, ia memberi catatan bahwa celana ini murni untuk keperluan casual hingga smart casual. Tidak disarankan untuk acara formal karena potongannya yang sangat santai dan lekat dengan budaya street dance atau hip-hop.
Celana mambo pun dinilai sangat cocok bagi orang-orang yang menyukai gaya simpel, tapi tetap ingin memiliki fashion statement. Tidak perlu banyak aksesori, cukup dengan garis ikonik di samping celana, pemakainya sudah terlihat modis.
"Sangat cocok buat yang tidak mau ribet, tapi tetap pengen ada aksen dalam tampilannya. Jadi kalau masih punya koleksi lama di lemari, mending dikeluarkan karena sekarang zamannya memang sudah muter ke sana lagi," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita