Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenapa Ada Kebiasaan Makan Ketupat saat Lebaran? Ini Makna Filosofis di Baliknya

Iwa Ikhwanudin • Senin, 7 April 2025 | 17:11 WIB
Ilustrasi ketupat.
Ilustrasi ketupat.

RADAR JOGJA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau yang biasa disebut lebaran, masyarakat muslim di Indonesia kerap kali menyajikan banyak hidangan yang khas, salah satunya ketupat.

Kuliner ini berbahan dasar beras yang dibalut anyaman daun kelapa ini banyak ditemui di meja makan saat perayaa lebaran.

Di balik kelezatannya jika dipadukan dengan lauk pauk terdapat makna filosofis dengan nilai budaya dan religius.

Dalam tradisi Islam dan budaya Jawa memiliki makna khusus.
Pada masa penyebaran agama Islam, ketupat diperkenalkan oleh salah satu Wali Songo, Sunan Kalijaga sebagai bagian dari syiar Islam di tanah Jawa. Secara harfiah “ketupat” berasal dari bahasa Jawa, yakni "kupat", ini merupakan singkatan dari "ngaku lepat" (mengakui kesalahan) dan "laku papat" (empat tindakan).

Secara filosofi ini mencerminkan di mana umat Islam yang saling meminta maaf dan memperbaiki diri setelah sebulan penuh berpuasa.

Sedangkan "laku papat" merujuk pada empat amalan utama setelah bulan Ramadan, yaitu:
1. Lebaran – kembali ke kesucian.
2. Luberan – berbagi rezeki antar sesama.
3. Leburan – saling memaafkan kesalahan antar sesama.
4. Laburan – bagaikan kapur putih yang bersih, umat Islam dianjurkan menjaga kesucian hati di Hari Raya Idul Fitri

Adapun makna simbolis bentuk dan anyaman ketupat.

Bentuknya yang segi empat dengan anyaman yang rumit juga menjadi simbolisasi kompleksitas kehidupan manusia dengan segala kesalahan dan dosa.

Namun di balik hal tersebut, ketika ketupat dikupas tampaklah nasi putih yang mencerminkan hati yang bersih setelah melewati Ramadan.

Daun kelapa yang digunakan pun memiliki filosofi tersendiri.

Daun kelapa muda disebut "janur" dalam bahasa Jawa, yang berasal dari kata "ja’nuur" dalam bahasa Arab, berarti ‘cahaya nur Ilahi’.

Ini sebagai presentasi harapan agar setiap umat muslim mendapatkan berkah setelah bulan suci.

Jadi, Sobat Radar Jogja sudah tahu kan filosofi dibalik ketupat, sangat mendalam bukan? Saat menikmati ketupat lebaran tahun ini, ingatlah bahwa di balik rasa lezatnya, mengajarkan nilai-nilai kehidupan.

Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#segi empat #arti #ketupat #Ketupat 2025 #makna #lebaran