GUNUNGKIDUL - Di balik gemuruh mesin dan tantangan medan terjal, Komunitas Jip Crew Sobo Wono (CSW) tak sekadar menyalurkan hobi off-road. Mereka menjadikan kendaraan 4x4 sebagai sarana untuk membantu sesama, terutama dalam situasi darurat di wilayah Gunung Kidul.
Komunitas ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, terutama evakuasi korban kecelakaan dan bencana alam. Mereka kerap bekerja sama dengan BPBD untuk penanganan cepat. Menariknya, seluruh kegiatan evakuasi yang dilakukan CSW bersifat sukarela. Mereka tidak memungut biaya sepeser pun dari orang yang mereka bantu.
Ketua Komunitas CSW Andri Singo mengungkapkan, komunitas yang berdiri sejak tujuh tahun lalu ini berawal dari sekadar hobi off-road. “Awalnya kami hanya berkendara untuk menyalurkan hobi, tapi saat melihat ada kebutuhan evakuasi di medan berat, kami tergerak untuk membantu,” ujar Andri kepada Radar Jogja, Jumat (21/2).
Untuk mendukung kegiatan evakuasi, anggota komunitas dibekali perlengkapan off-road, seperti winch, strap, dan sling. Semua mobil dalam komunitas sudah dimodifikasi dengan ban besar berukuran 31 hingga 35 inci, roll bar, serta perangkat pendukung lainnya. "Kalau ada insiden seperti kecelakaan atau banjir, kami langsung bergerak. Biasanya kami kerahkan 10 hingga 15 unit mobil tergantung kebutuhan di lapangan," tambahnya.
Tak jarang, mereka menghadapi tantangan berat saat melakukan evakuasi. Menurut Andri, evakuasi bus dan truk besar yang terperosok atau mengalami kecelakaan di jalur pegunungan menjadi tugas paling menantang. Selain bobot kendaraan yang berat, medan di Gunungkidul yang berbukit dan jurang dalam menambah tingkat kesulitan. Tapi dengan kerjasama tim, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Saat ini, Komunitas CSW memiliki lebih dari 100 unit mobil dengan anggota sekitar 150 orang, termasuk para navigator. Masyarakat setempat pun menyambut baik keberadaan komunitas CSW. Selain kegiatan sosial, CSW juga berperan dalam pengembangan wisata di Gunungkidul. Mereka membuka jalur off-road di daerah-daerah potensial, mengundang komunitas luar untuk menikmati trek alam yang menantang.
“Kami membantu mempromosikan wilayah yang belum tergarap, menjadikan trek off-road sebagai daya tarik wisata baru. Misalnya, beberapa jalur di beberapa wilayah yang memiliki potensi wisata tapi belum tereksplorasi,” jelasnta.
Kegiatan wisata ini tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi para pecinta off-road, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. "Ketika ada event off-road, penginapan, warung makan, dan jasa lokal lainnya juga mendapatkan manfaat. Kami ingin komunitas ini bisa membantu memajukan perekonomian lokal,” ungkapnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo