Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemasangan Gigi Emas Pakai Teknis Khusus, Tak Bisa Dilakukan oleh Tukang Pasang Gigi Biasa

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 29 Desember 2024 | 14:30 WIB

 

BANYAK KENANGAN: Maman, pemilik usaha ahli pasang gigi Failani Dental.
BANYAK KENANGAN: Maman, pemilik usaha ahli pasang gigi Failani Dental.

RADAR JOGJA - Bagi orang zaman dahulu, menggunakan perhiasan seperti emas tidak hanya berupa anting atau gelang. Namun ada juga yang memasang pada bagian tubuh lain seperti gigi. Dalam proses pemasangan gigi emas pun bukan hal mudah dan tidak bisa sembarangan.

Maman, seorang ahli pasang gigi palsu mengatakan, proses pemasangan gigi emas perlu proses rumit dan panjang. Sebab, gigi asli harus digerus menggunakan alat agar ukurannya mengecil sehingga dapat dimasukkan gigi emas.

 Menurut pemilik usaha Ahli Pasang Gigi Failani Dental ini, pemasangan gigi emas juga tidak jarang menyakitkan. Karena dalam proses pengecilan gigi itu, pemilik gigi pasti merasakan rasa ngilu yang luar biasa. Oleh karena itu, diperlukan obat bius sesuai untuk mengurangi rasa sakit.

Seorang ahli gigi yang akan memasang gigi emas pun, menurutnya, juga harus melalui sekolah atau kursus terlebih dahulu. Sebab, proses pemasangannya perlu ketelitian dan kehati-hatian. Apabila sembarangan dapat membahayakan pemilik gigi.

"Untuk memasang gigi emas, gigi asli harus dikecilkan baru kemudian dimasukkan. Pemasangnya perlu sekolah, perlu kursus, karena pakai bius juga,” ujar Maman saat ditemui, Jumat (27/12/2024).

Maman menyatakan, orang yang akan memasang gigi emas juga dipastikan berasal dari kalangan berada. Sebab, gigi emas tidak murah. Lantaran kisaran harganya kalau dikurs-kan  mencapai jutaan rupiah.

Harga gigi emas, tentu jauh lebih mahal dibanding dengan gigi palsu konvensional berbahan akrilik yang harganya di kisaran ratusan ribu. Sehingga jarang dipasang oleh orang kelas menengah ke bawah.

"Gigi emas ngetren-nya sekitar tahun 80-an. Mulai tahun 90-an sampai sekarang sudah tidak ada yang pasang,” terang Maman yang buka usaha di Jalan Kusumanegara, Rejowinangun, Kota Jogja, ini. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Konvensional #orang #perhiasan #emas #Kota Jogja #gelang #gigi palsu #gigi emas #Rumit #pemasangan #Jalan Kusumanegara #ahli pasang gigi palsu #harga #akrilik #zaman dulu #obat bius #anting #Rejowinangun