Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komunitas Cosplay Jogja Jadi Media untuk Wujudkan Imajinasi Masa Kecil Cosplayer

Delima Purnamasari • Minggu, 10 November 2024 | 16:00 WIB

 

 

KREATIF: Anggota Komunitas Cosplay Jogja saat menjadi tokoh kartun hingga figure dalam komik saat mengikuti berbagai kegiatan.
KREATIF: Anggota Komunitas Cosplay Jogja saat menjadi tokoh kartun hingga figure dalam komik saat mengikuti berbagai kegiatan.

RADAR JOGJA - Banyak orang ketika masih anak-anak mendambakan bisa menjadi sosok yang mereka kagumi. Mulai dari tokoh kartun, figur di komik, hingga karakter di game. Komunitas Cosplay Jogja hadir untuk mewujudkan itu semua. 

Pegiat Komunitas Cosplay Jogja Fajar Eka Sumardani menjelaskan, komunitas ini terdiri dari beragam latar belakang. Mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga anak sekolah. Mereka memiliki hobi yang sama untuk menjadi karakter idaman masing-masing. 

 Baca Juga: Ekspor DIY di September 2024 Meningkat Secara Tahunan, Amerika Serikat Masih Jadi Tujuan Utama, Australia Naik Signifikan

"Di sini enggak terbatas fandomnya. Mulai dari karakter anime seperti Naruto, karakter game seperti di Mobile Legends, sampai ada yang bikin karakter mereka sendiri," beber Fajar. 

Laki-laki dengan nama panggung Echa Scarlett ini menuturkan, tujuan hadirnya komunitas ini adalah untuk bersenang-senang. Terutama ketika berpartisipasi dalam sebuah gelaran. 

 Baca Juga: SD N Ngento Dibobol, Sejumlah Barang Elektronik Seharga Rp 32 Juta Raib Tak Bersisa

Para anggota komunitas akan berdandan layaknya tokoh incaran mereka. Mulai dari kostum yang digunakan, riasan wajah, hingga tingkah laku. 

"Tapi ketika ada acara tidak terbatas buat lomba cosplay. Ada yang buat konten atau cari teman untuk membuat projek bersama," ucapnya. 

 Baca Juga: Tokoh Agama Bantul Nyatakan Sikap Tolak Miras, Ingatkan Penindakan Jangan Hangat-Hangat Tahi Ayam

Saat ditanya jumlah pasti anggotanya, Fajar mengaku tak tahu pasti lantaran komunitas ini bersifat terbuka. Meski begitu, anggota termudanya ada yang masih balita. Sementara yang senior, ada yang sejak 1998 telah aktif di dunia cosplay.  

 

Komunitas ini juga berfungsi untuk memberikan bantuan apabila ada anggota yang kesulitan. Utamanya soal kostum. Fajar menuturkan, produsen kostum di Indonesia belum banyak. Kerap kali para cosplayer ini harus membuatnya sendiri atau memesan dari luar negeri. 

 

"Kami aktif membagikan informasi soal dunia cosplay di Facebook dan Instagram," ujar laki-laki yang aktif di dunia cosplay sejak 2009 ini. 

Di sisi lain, banyak senior komunitas bisa menjadi penggelar acara, juri, hingga pembuat kostum. Fajar menilai, apabila digeluti maka dunia cosplayer ini tidak hanya berhenti jadi hobi, tetapi juga mata pencaharian. "Kami berkumpul untuk sesuatu yang positif. Harapannya bisa diterima di masyarakat sebagai sesuatu yang positif juga," tambah laki-laki berusia 27 tahun ini.

Menurutnya, kini semakin banyak orang yang tertarik untuk masuk di dunia cosplay. Hal ini ditunjukkan dari acara yang hampir digelar setiap minggunya. Untuk itu, Fajar berpesan agar cosplayer terutama anggota komunitas bisa menyesuaikan dengan norma yang berlaku di masyarakat.

"Jadi tidak sembarang karakter di-cosplay. Kalau kostumnya terlalu terbuka saya kira lebih baik dihindari," pesannya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#cosplayer #cosplay #naruto #mobile legends #Komunitas Cosplay Jogja #Komik #tokoh kartun #karakter #game #figur #anime