RADAR JOGJA - Momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak pernah lepas dari perjuangan rakyat Indonesia. Museum Perjuangan Yogyakarta yang merupakan salah satu tempat untuk menyimpan barang-barang milik para pejuang, sekaligus kisah bagaimana rakyat mencapai kemerdekaan.
Museum Perjuangan Yogyakarta sendiri berlokasi di Kota Jogja, tepatnya Jalan Kolonel Sugiyono, Brontokusuman, Mergangsan. Bentuk bangunan di museum juga sangat khas. Karena memiliki perpaduan antara gaya Romawi dengan Hindu.
Bentuk bangunan khas Romawi tampak dari bentuknya yang silinder seperti kekaisaran Roma. Sementara gaya khas Hindu terlihat dari candi-candi yang mengitari bangunan museum.
Selain itu, juga terlihat ornamen hiasan khas ukiran Bali di dekat pintu masuk. Secara lebih detail, di bangunan museum yang melingkar juga ada relief yang menceritakan tentang perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan.
Kepala Unit Pengelola Museum Perjuangan Jogjakarta Madrohi mengatakan, museum itu resmi berdiri pada tahun 1961. Bangunan museum memiliki ciri khas kemerdekaan. Lantaran memiliki 17 tangga, 8 pintu, dan 45 jendela.
"Itu sebagai bentuk penggambaran Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 1945,” ujar Madrohi saat dikonfirmasi Jumat (16/7).
Ia melanjutkan, sesuai namanya Museum Perjuangan memang menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan. Meliputi penjelasan tentang sejarah hingga tokoh-tokoh yang cukup berperan dalam kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, di Museum Perjuangan Yogyakarta juga menyimpan barang-barang yang pernah dipakai Presiden pertama Soekarno. Seperti meja, kursi, dan tempat tidur yang pernah dipakai sang proklamator itu ketika berada di Rengasdengklok. Serta juga ada tas milik Bung Hatta, tidak lain wakil presiden pertama RI.
Selain barang-barang milik proklamator, di museum itu juga dipamerkan berbagai pernik-pernik milik sejumlah tokoh penting kemerdekaan Indonesia. Meliputi mesin ketik, sepeda, surat-surat penting, patung pahlawan, hingga miniatur kapal.
"Untuk waktu buka museum dari hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 hingga 16.00. Kemudian tiket untuk anak-anak Rp. 3.000, dewasa Rp. 5.000 dan untuk WNA Rp 25.000,” terang Madrohi. (inu/laz)