Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Susilo Nugroho 'Den Baguse Ngarsa' Sebut Kang Sronto 'Mbangun Desa' sebagai Pelaku Seni Yang Gigih hingga Akhir Hayat

Iwan Nurwanto • Minggu, 7 Juli 2024 | 13:35 WIB
Susilo Nugroho
Susilo Nugroho

 

RADAR JOGJA - Bagi penggemar serial “Mbangun Desa” di TVRI dan kesenian ketoprak, pasti sudah akrab dengan sosok Kang Sronto. Pria bernama asli Sudihardjo ini dikenal sebagai sosok pelaku seni yang gigih oleh teman dekatnya, Susilo Nugroho “Den Baguse Ngarsa”.


Susilo mengatakan, Sudihardjo merupakan seorang pelaku seni yang memiliki semangat hingga akhir hayatnya. Bukti semangat Sudihardjo dalam dunia seni itu ditunjukkan ketika dia masih ingin tampil di panggung ketoprak sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 9 Juli 2016.


Susilo menceritakan, kala itu Sudihardjo memang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Namun dia tetap ingin menuntaskan perannya. Bahkan “Kang Sronto” juga datang lebih awal sebelum tampil, lengkap dengan kostum dan riasan khas pemeran ketoprak.


Pada saat itu, rekan sejawat Sudihardjo sudah paham dengan kondisi Kang Sronto. Sehingga sesama pemain ketoprak pun sepakat agar Sudihardjo diberikan peran yang lebih sedikit penampilannya. Ini agar pria kelahiran 2 Februari 1952 itu bisa punya waktu lebih banyak beristirahat.


"Pada saat itu kami tidak berani untuk menggantikan peran Kang Sronto, sehingga kami memilih agar porsi bermainnya bisa dikurangi saja,” ujar Susilo kepada Radar Jogja, Jumat (5/7).


Walaupun demikian, menurut Susilo, Sudihardjo kala itu tetap ingin menuntaskan penampilannya. Dia tetap semangat agar perannya tetap tuntas walaupun di satu sisi tubuhnya sudah tidak mampu lagi.


Bahkan jauh-jauh hari sebelum pementasan, Sudiharjo juga masih semangat untuk berlatih menghafal naskah. Sebab bagi seorang pelaku seni sejati, justru sakit dapat meningkatkan semangat agar pementasannya bisa lebih maksimal.


"Pada saat sakit Kang Sronto justru lebih semangat dalam berlatih. Sebab bagi dia dan kami sebagai pelaku seni, sakit itu malah menaikkan semangat untuk pentas,” terang Susilo.


Namun takdir berkata lain. Mendekati waktu akan tampil kondisi tubuh Sudihardjo tiba-tiba drop. Sehingga dia pun harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif. Akhirnya, Sudihardjo pun absen dalam pentas ketoprak bertajuk Ketoprak Tjontong itu.


Meskipun demikian, sebut Susilo, selama menjalani perawatan Sudiharjo dapat dikatakan masih teguh membawa semangatnya. Lantaran sebelum dinyatakan meninggal dunia di waktu Subuh, Sudiharjo sempat mengigau sambil menghafal dialog dalam pementasannya. "Semangat keseniannya Mas Sronto memang sangat tinggi,” beber Susilo.


Di samping sibuk berkesenian, Susilo pun menceritakan bahwa selama puluhan tahun Sudiharjo juga berprofesi sebagai seorang pencicip (tester) cerutu. Dalam sehari dia harus mencoba hingga sembilan batang cerutu.


Meskipun demikian, Sudihardjo punya ramuan khusus yang terbuat dari bunga daun sepatu agar kondisi kesehatannya tetap fit. Namun usai berhenti mengonsumsi ramuan itu karena tanaman bunga sepatunya mulai sulit ditemukan, lambat laun kondisi kesehatannya memburuk.


"Namun meskipun sibuk, secara kehidupan sosial dan keluarga Kang Sronto bisa dibilang sangat baik,” ungkap Susilo. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#Susilo Nugroho #Kang Sronto #oldies #panggung ketoprak