RADAR JOGJA - Timbangan dacin atau lebih dikenal dengan timbangan gantung kini sudah mulai tergantikan oleh timbangan digital. Sebab, timbangan digital dinilai lebih praktis, akurat, dan aman.
Tak jarang dalam kegiatan posyandu kini sudah tidak terlihat lagi timbangan dacin. Sebagian besar sudah beralih ke timbangan digital, meski ada beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo yang masih menggunakan timbangan dacin.
Salah satu kader posyandu di Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo menyebut, saat ini kegiatan posyandu di desanya sudah mulai beralih ke timbangan digital. Selain lebih akurat, balita (bawah lima tahun) lebih kooperatif dan jarang menangis.
"Terkadang kalau pakai timbangan gantung balita banyak yang menangis. Mungkin karena takut," ujarnya saat ditanya Radar Jogja Jumat (24/5).
Dikatakan, dengan adanya timbangan digital pekerjaan kader posyandu semakin mudah dan cepat. Mengingat, timbangan digital langsung terlihat angka. "Akurat karena dua angka di belakang koma bisa terbaca. Kalau timbangan dacin tidak, bahkan harus menghitung dulu, lebihnya berapa ons. Lama," ungkapnya.
Menurutnya, timbangan digital lebih praktis karena tidak perlu Menggantung-gantungkan timbangan. Yakni, hanya perlu diletakkan di tempat datar sudah cukup. Timbangan digital lebih aman karena balita tidak risiko terjatuh karena suatu hal atau kejatuhan bandul timbangan.
"Jadi kalau sudah bisa berdiri, bisa pakai timbangan digital berdiri. Kalau masih bayi dan belum bisa berdiri, bisa pakai timbangan digital yang tidur. Aman," bebernya.
Ditambahkan, dalam hal pekerjaan, dacin lebih menguras waktu dan tenaga. Karena balita banyak yang takut dengan timbangan dacin, sehingga perlu waktu agar balita mau ditimbang. "Mungkin karena merasa seperti mau dibrongsong (dibuntal) kali ya. Pikiran bayi seperti mau diapakan," katanya.
Meski demikian, dia tak menampik bahwa timbangan dacin memiliki kenangan tersendiri. Utamanya bagi orang tua zaman dulu. "Di sini juga belum lama beralih ke timbangan digital. Ada juga orang tua yang puas ketika anaknya ditimbang dengan dacin daripada timbangan modern atau digital," sebutnya. (han/laz)
Editor : Satria Pradika