RADAR JOGJA - Lesung merupakan alat tradisional yang digunakan untuk mengolah padi atau gabah menjadi beras. Lesung digunakan pada zaman dahulu saat perkembangan teknologi belum pesat seperti saat ini. Sehingga proses pemisahan kulit padi atau gabah menjadi beras harus dilakukan secara manual.
Fungsi lesung di beberapa wilayah rata-rata hampir sama, untuk menumbuk padi atau biji-bijian lain. Saat ini lesung masih bisa ditemui di beberapa daerah, khususnya kawasan pedesaaan.
"Di era modern seperti sekarang, mungkin banyak anak muda yang tidak mengenal apa itu lesung," ujar guru sejarah SMAN 11 Jogja Kurniawati kepada Radar Jogja (23/11).
Ia mengatakan, mereka mungkin lebih mengenal alat-alat yang lebih canggih untuk menghaluskan bahan-bahan makanan seperti blander atau mesin penghalus lainnya. Meski lesung sudah tidak digunakan lagi, penting bagi setiap orang mengetahui perkembangan proses mengupas padi menjadi beras dari waktu ke waktu. Salah satunya dimulai dari lesung.
"Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah dari beras secara mekanik. Juga bisa mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi dan biji-bijian lainnya," jelasnya.
Selain memiliki fungsi menghaluskan atau menumbuk bahan, lesung juga digunakan sebagai sarana hiburan. Guru yang kesehariannya dipanggil Nia ini mencontohkan di daerah Banjarnegara.
"Pada zaman dahulu kotekan adalah hiburan yang dilakukan ibu-ibu petani dengan memukul-mukulkan alat penumbuk padi, sehingga menimbulkan nada-nada tertentu dan terdengar alami," jelasnya.
Pada pentas itu digunakan satu buah lesung dan ada delapan ibu-ibu petani yang bertugas menabuh lesung. Kemudian ada 12 perempuan berperan sebagai petani sedang menanam padi. Didukung delapan pria yang berperan sebagai petani pembawa hasil panen. "Kotekan sebagai hiburan namun sekaligus perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena panen berhasil," tambahnya.
Lebih lanjut Nia mengatakan, lesung memiliki beragam bentuk. Di antaranya seperti perahu memanjang dan memiliki beberapa lubang. Namun ada juga yang hanya memiliki satu lubang. "Biasanya tergantung wilayahnya, misal lesung berbentuk atap joglo terbalik," unkapnya.
Papan lesung dijadikan wadah untuk menempatkan bahan yang akan di tumbuk. Didukung alat bernama alu untuk menumbuk. Bentuk alu memanjang seperti batang lurus dengan bentuk segi banyak, bisa 8 hingga 10 segi pada salah satu ujungnya dan bentuk bulat pada ujung lainnya. Namun ada alu yang ujungnya tidak bersegi-segi, tetapi hanya berupa tonjolan.
"Alu terbuat dari kayu ulin. Pemilihan bahan alu sabagai alat penumbuk mengharuskannya terbuat dari unsur yang keras, padat, dan berat sehingga akan mempercepat dan mempermudah pekerjaan menghaluskan padi atau biji-bijian," tandasnya. (lan/laz)
Editor : Satria Pradika