Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Area Head Bank Mandiri Jogjakarta, Evi Martiani, Kembali ke Jogja setelah Pindah Enam Kota

Fahmi Fahriza • Minggu, 22 Oktober 2023 | 18:00 WIB

PULANG KAMPUNG: Area Head Bank Mandiri Jogjakarta Evi Martiani akhirnya kembali ke kota kelahirannya untuk melanjutkan karirnya. FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA
PULANG KAMPUNG: Area Head Bank Mandiri Jogjakarta Evi Martiani akhirnya kembali ke kota kelahirannya untuk melanjutkan karirnya. FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA
 


RADAR JOGJA - Tugas yang diemban Evi Martiani mengharuskannya rela berpindah-pindah kota. Namun kesabarannya membuahkan hasil. Dia bisa kembali ke kota kelahirannya, Jogjakarta. Resmi dengan jabatan Area Head Bank Mandiri Jogjakarta yang disandangnya sejak 1 Juni 2022.

"Ini kota ke-7 dalam karir saya," jelas perempuan lulusan Fakultas Pertanian UGM tersebut pada Radar Jogja Jumat (20/10).

Sebelumnya, Evi pernah bertugas di Solo, Kudus, Madiun, Kediri, hingga Surabaya. Meski demikian, Evi mengaku menikmati dinamika perpindahan kota dalam setiap tugasnya. Loyalitas kepada perusahaannya, justru membuat relasi yang didapatkannya semakin luas. "Ke mana-mana masih ada teman banyak, dan saya sangat menikmati itu," serunya.

Dari semua kota yang pernah jadi tempat dinasnya, Kudus disebutnya cukup istimewa. Hanya karena memiliki kuliner yang dinilai khas dan tak ada di kota lain. Seperti nasi pindang, opor sunggingan, sate kerbau, hingga lentog tanjung. “Racikannya beda dan otentik, tidak ada di kota-kota lain," sebutnya.

Bahkan, dia dan keluarganya juga jatuh cinta dengan kecap dari Kudus bernama THG. Sampai saat ini pun, dia masih suka meminta kiriman dari rekannya. "Saya nggak bisa makan kalau nggak pake kecap dari Kudus itu," ujarnya.

Eksplorasi kuliner tersebut masih terus dilakukan Evi hingga saat ini. Karena momentum itu juga turut dimanfaatkan untuk menambah partner bisnis.

Diakuinya, bekerja di kampung halaman bukanlah persoalan mudah. Ada target dan ekspektasi cukup tinggi yang dicanangkannya guna membawa Jogjakarta memiliki prestasi yang terus maju.

Ditambah dinamika Kota Jogja yang terjadi hari ini, membuatnya perlu untuk cepat beradaptasi. "Pengetahuan saya soal Jogja itu 30 tahun lalu, saya meninggalkan Jogja 1997, jadi surprise dapat penempatan di sini," lontarnya.

Saat ini, target yang terus diupayakannya adalah menjangkau UMKM lebih luas. Untuk dapat terintegrasi dengan digitalisasi administrasi. "Saat ini hampir 400 ribu UMKM, dan masih banyak yang belum terintegrasi digital dalam metode transaksinya," sesalnya.

Tantangan ini tidak diemban Evi seorang diri. Bersama pegawainya, Evi bekerja sama untuk memberi pemahamn digitalisasi administrasi kepada masyarakat. Untuk membangun kedekatan dengan pegawainya, Evi pun melakukan pendekatan personal dan humanis. Salah satunya adalah dengan olahraga bersama. Dari bersepeda ataupun jogging. "Sentuhannya personal agar mau terbuka," katanya.

Disebutnya, hampir setiap hari dia harus jalan kaki atau bersepeda. Sendiri pun tidak masalah baginya. Oleh karena itu, dia tidak memaksa pegawainya harus ikut.
Namun, ada juga pegawai yang mau ikut dan itu menjadi momentum untuk membangun kedekatan dengan pegawainya. "Dulu di Kediri dan Surabaya pulang kerja jalan kaki ke rumah dinas sekitar 5 kilometer. Driver saya membuntuti dari belakang," ingatnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#bank mandiri #Evi Martiani #weekend #Jogjakarta #Fakultas Pertanian UGM