Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melihat Program Kelambunisasi di Purworejo untuk Cegah Penyakit Malaria

Jihan Aron Vahera • Senin, 16 Oktober 2023 | 00:10 WIB
Yusuf Saefudin Pemegang Program Malaria Dinkes Purworejo.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
Yusuf Saefudin Pemegang Program Malaria Dinkes Purworejo.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo miliki program kelambunisasi untuk mencegah penyakit malaria di Kabupaten Purworejo. Dengan program ini, Dinkes memberikan kelambu berinsektisida secara gratis untuk masyarakat.

JIHAN ARON VAHERA, Purworejo

Pemegang Program Malaria Dinkes Purworejo Yusuf Saefudin menyampaikan, program ini merupakan salah satu upaya dari Pemkab Purworejo untuk mengeliminasi malaria di Purworejo. Kelambu diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa kriteria tertentu.


Namun, tetap akan diverifikasi terlebih dahulu oleh puskesmas. Setelah itu, Dinkes akan memberikan kelambu berdasarkan data yang diberikan oleh puskesmas. "Tahun ini sudah ada 1.795 kelambu yang disalurkan ke masyarakat. Dan kami selalu siap stok kelambu untuk antisipasi adanya kasus malaria di Purworejo. Untuk stok saat ini mencukupi," ungkapnya Jumat (13/10).


Yusuf menyebutkan, sebenarnya semua daerah rawan tetapi daerah reseptif malaria di Kabupaten Purworejo ada di wilayah sepanjang perbukitan Menoreh. Misalnya, Kecamatan Kaligesing dan Bagelen. "Terakhir kasus malaria di Kabupaten Purworejo itu 1 Maret 2023 ada 41 kasus, tetapi sekarang sudah zero," sebutnya.


Beberapa upaya dilakukan oleh Dinkes untuk mencegah adanya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles itu. Di antaranya, mengawasi migrasi penduduk, hingga melakukan skrining bersama puskesmas. "Tindakan-tindakannya seperti larvasidasi hingga kelambunisasi," tambah Yusuf.


Menurutnya, pemasangan kelambu berinsektisida itu efektif untuk memutus rantai penularan malaria. Sebab, nyamuk akan mati jika hinggap di kelambu tersebut. "Kelambu itu efektif atau masa aktif insektisidanya bertahan sampai tiga tahun kalau pencuciannya benar. Asal tidak bolong juga," ungkapnya.


Sementara kelambu berinsektisida memiliki perawatan khusus tetapi tidak terlalu rumit. Yakni, boleh dicuci tetapi tidak boleh disikat atau dimasukkan di mesin cuci, cukup dicelup-celup saja. "Tidak boleh dijemur di bawah terik matahari langsung, hanya diangin-anginkan saja," jelasnya.


Dia mengimbau masyarakat, terutama di daerah reseptif malaria untuk mau memasang kelambu berinsektisida. "Tidak hanya mau memasang, tetapi juga mau memakainya agar dapat meminimalisasi penyakit malaria," pesannya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#dinkes #KELAMBU #penyakit malaria #Purworejo