RADAR JOGJA- Jika berkunjung ke kawasan Madain Saleh para wisatawan akan menemukan berbagai kisah bersejarah yang akan menambahkan wawasan.
Nama Madain Saleh diberikan karena di dalamnya terkisah cerita dari Nabi Saleh AS.
Kawasan Madain Saleh berada di provinsi Madinah wilayah Hijaz, Arab Saudi.
Nama lain Madain Saleh sendiri adalah Al-Hijr dalam bahasa arab yang berarti "Negeri Batu".
Objek wisata makam terbuka ini juga menjadi situs arkeologi. Berada di utara kota Al-'Ula keraop menjadi jujukan para wisatawan setelah melaksanakan ibadah umrah.
Madain Saleh dinyatakan sebagai situs warisan dunia pada tahun 2008 lalu oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Pada 2019 oleh pemerintah Arab Saudi ini dijadikan obyek wisata untuk menangkat ekonomi dan pariwisata di negara penghasil minyak tersebut.
Sejarah Madain Saleh
Sejarah Madain Saleh bermula dari Kerajaan Dadan pada tahun 200 SM yang kemudian berlanjut ke Kerajaan Nabatean yang dikuasai oleh Raja bernama Aretas ke-4.
Madain Saleh saat itu sebagai ibu kota kedua setelah Petra, sebelah utara Madain Saleh.
Letak yang strategis menjadi alasan kuat Madain Saleh dijadikan ibu kota kedua Kerajaan Nabatea.
Sebab, lokasinya berada di perlintasan jalur perdagangan Semenanjung Arab. Lokasi ini juga sentral kota politik dan denyut nadi perdagangan. Dengan akses langsung ke pelabuhan Merah.
Pada tahun 106 Masehi bangsa Romawi pun menduduki negara Nabatea dan mengalihkan perdagangan internal serta pelabuhan air laut merah.
Objek Wisata Madain Saleh seluas 14 kilometer, dibagi menjadi tiga kawasan utama yaitu:
1. Situs Kota Kuno, yang sebagian besar belum bisa dijangkau karena masih tertutup pasir.
2. Jabal Ithlib, sebagai lokasi pertemuan para pejabat kaum Tsamud. Sekaligus sebagai rumah ibadah serta persembahan utama Dusana, diyakini sang penguasa lembah oleh kaum saat itu.
3. Jabal Al-Banat, pada zaman itu berfungsi sebagai pemakaman wanita kaum Tsamud.
Pemakaman wanita kaum Tsamud memiliki ukuran lebih besar dan lebih tinggi. Di lokasi ini terdapat 31 makam yang dijujuki wisatawan.
Keindahan peninggalan bangunan yang diukir langsung di zamannya menjadi keunikan tersendiri, berkunjung di Madain Saleh.
Sejumlah pahatan aksara disimpulkan sebagai aksara Nabatea. Bangunan-bangunan peninggalan orang zaman dahulu ini bergaya campuran khas Syiria, Mesir, Venesia dan klasik.
Lokasi ini terdapat spot-spot peninggalan prasasti yang diyakini sebagai tuhan dan disembah oleh bangsa terdahulu.
Madain Saleh memiliki 70 sumur peninggalan zaman Kerajaan Nabatean. lalu ada sejumlah prasasti, goa dan 111 pemakaman. (Putri Hanna)