RADAR JOGJA - Desa Krandegan, Bayan, Purworejo juga memiliki potensi lain yang bisa menjadi daya tarik. Selain menjadi pilot project sebagai desa digital. Yakni, tempat panahan yang bisa menjadi rujukan bagi para pecintanya.
Tempat itu bernama Gandewalana. Tepatnya berada di Dusun Bojong Kulon, RT 01/RW 03, Desa Krandegan. Kepala Desa (Kades) Krandegan menjelaskan, Gandewalana merupakan singkatan dari Krandegan Wahana Dolanan Anak.
Pemerintah Desa Krandegan menyediakan lapangan yang bisa dipakai untuk latihan. Ke depan, Gandewalana akan dikelola oleh BUMDes berupa wahana terpadu meliputi lapangan, gedung olahraga dan pertemuan, kuliner, serta tempat rekreasi.
Sebenarnya hal itu sudah direncanakan sejak 2020. Namun, tertunda karena pandemi Covid-19. "Saat ini yang sudah siap baru lapangan, homestay, dan kios yang sudah masuk proses finishing," imbuh Dwinanto.
Diungkapkan, kini Gandewalana sudah miliki 35 peserta didik dari usia SD hingga. Untuk biaya pendaftaran terbilang murah yaitu Rp 25 ribu dan setiap bulan ada infak seikhlasnya. Dalam seminggu biasanya ada tiga kali latihan saat sore hari dengan didampingi pelatih yaitu Wahyudin, Andinata, dan Sumarwan.
Meski terletak di pelosok desa, rupanya Gandewalana sudah menorehkan sejumlah prestasi. Salah satu pelatih Wahyudin mengungkapkan, di 2023 ini Gandewalana sudah mengoleksi lima emas dan satu perunggu di popda kabupaten dan 11 piala level kejurkab hingga juara di event DIJ Open dan Magelang Open. "Alhamdulillah, meski fasilitas seadanya mereka berprestasi bahkan sampai ke level provinsi Jateng dalam gelaran kejurprov junior," ungkap pelatih yang juga pioner panahan di desa itu.
Selain latihan, Gandewalana juga menjadi tempat produksi alat panahan berupa busur dan anak panah. Harganya bervariasi tergantung dari bahan, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan.
"Beberapa tahun ini produksi busur dan anak panah buatan kami, kami jual melalui online, bahkan sudah sampai luar negeri. Alhamdulillah, bisa menambah penghasilan keluarga dan karyawan. Dulu yang mengawali adalah coach Wahyudin," ujar Andinata salah satu pelatih sekaligus perajin panahan Gandewalana itu. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo