RADAR JOGJA - Komunitas Teater Purworejo (KTP) adalah sebuah komunitas yang ada di Kabupaten Purworejo bergerak di bidang seni dan budaya. Berdiri sejak 15 Juli 2007, kini anggota KTP mencapai 125 orang. Selain berdomisili di Kabupaten Purworejo, anggota KTP berasal dari Kebumen, Magelang, Jogjakarta, Solo, Kalimantan Tengah, Pangkal Pinang, Lampung, Jakarta, dan beberapa kota lain di Indonesia.
"KTP itu didirikan oleh berbagai seniman lintas disiplin seni antara lain Haryanto Djee, Makhasin, Soiman, dan beberapa seniman muda Kabupaten Purworejo," kata Ketua KTP periode 2019-2024 Achmad Fajar Chalik kepada Radar Purworejo Jumat (18/8/2023).
Diungkapkan, KTP ada sebagai upaya dari para seniman, budayawan, guru seni budaya, dan masyarakat untuk memberikan alternatif kegiatan kesenian di Purworejo. Sekaligus sebagai kontrol sosial terhadap isu yang ada di masyarakat.
Sejak kelahirannya, KTP telah mementaskan puluhan karya teater. Baik pementasan di Purworejo, Magelang, Kebumen, Jogjakarta, Surakarta, Jakarta, dan berbagai kota lain di Indonesia. Beberapa judul karya pementasannya antara lain Tak Ada Riwayat, Aku Sepi, Sidang Para Setan, Bangjo, Woo..Begitu Too, Perahu Retak Nusantara, dan sebagainya.
"Kami juga memiliki beberapa agenda rutin tahunan, seperti Pekan Peran KTP yang berisi lomba atau festival teater, parade monolog, lomba cipta naskah drama dan puisi, pameran, silaturahmi seni selapanan, hingga festival sastra panggung," beber Jojon, sapaan akrabnya itu.
Selain itu, juga mengadakan eberapa kegiatan lain yang bermuara pada kebermanfaatan untuk masyarakat. Misalnya bhakti teater, yaitu sebuah kegiatan bakti sosial untuk rekan-rekan seniman dan masyarakat yang membutuhkan.
Secara berkelanjutan, KTP juga berkontribusi aktif dalam kegiatan-kegiatan festival atau lomba seni, seminar, workshop, dan loka karya. Baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-lembaga pemerintah. Kontribusinya yaitu dengan mengirim anggotanya untuk menjadi juri, narasumber, instruktur atau lelatih, dan peneliti, serta konseptor event.
Menurutnya, di Kabupaten Purworejo teater telah menjadi salah satu alternatif tontonan bagi masyarakat. Terbukti, ketika KTP mengadakan pentas mandiri, tiket selalu habis dan ruang pertunjukan selalu penuh. "Meski begitu, gairah untuk membumikan teater di Purworejo perlu terus digaungkan sehingga regenerasi pelaku-pelaku seni teater dapat terus terjadi," sambung Jojon.
Dia berharap, ke depan Purworejo memiliki ruang atau area yang cukup representatif untuk menggelar latihan atau pertunjukan teater. Kemudian, sekolah di Kabupaten Purworejo dapat memberi ruang pada anak didiknya untuk belajar teater melalui ekstrakurikuler.
"Saat menggelar acara seni budaya, Pemerintah Kabupaten Purworejo dapat mengajak seniman lintas cabang seni untuk saling berkolaborasi menghasilkan karya bersama. Tidak melulu tari saja," harapnya. (han/eno)
Editor : Heru Pratomo