Gunung tertinggi di Jawa Tengah ini tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kisah mistis yang melekat kuat di benak masyarakat.
Ramalan Prabu Jayabaya menyebut bahwa suatu ketika Pulau Jawa akan terbelah dua akibat letusan dahsyat Gunung Slamet.
Letusan hebat yang pernah mengguncang wilayah ini pada tahun 1786 diyakini sebagai isyarat awal dari nubuat tersebut.
Walau tak ada yang mampu menebak kapan bencana itu akan datang, banyak orang Jawa tetap memegang keyakinan lama itu. Bagi mereka, setiap ramalan Jayabaya memiliki cara sendiri untuk terbukti, meski perlahan dan misterius.
Gunung Slamet pun tak pernah sepi dari aura spiritual. Masyarakat meyakini gunung ini dijaga oleh tujuh penjaga tak kasat mata: Mbah Renti, Mbah Atas Angin, Mbah Tapak Angin, Mbah Semput, Mbah Brantayuda, Mbah Sapujagat, dan Mbah Raga. Mereka dianggap menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia gaib di sekitar puncak gunung.
Bagi warga lereng Slamet, mendaki tanpa permisi sama saja menantang kekuatan alam.
Setiap langkah menuju puncak harus diawali dengan doa dan penghormatan, agar selamat dari marabahaya yang tak terlihat.
Gunung Slamet masih berdiri kokoh di batas langit dan bumi, menyimpan diam-diam ramalan Jayabaya yang mungkin saja sedang menunggu saatnya menjadi nyata.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh