Mitos Gunung Merapi: Mbah Petruk, Sosok Gaib Penjaga Merapi yang Dipercaya Beri Peringatan Lewat Mimpi 

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Ilustrasi Mbah Petruk yang sedang memberi wangsit. (AI Generated)
Ilustrasi Mbah Petruk yang sedang memberi wangsit. (AI Generated)

 
RADAR JOGJA - Di lereng Gunung Merapi, ada satu nama yang selalu disebut setiap kali gunung ini bergerak, Mbah Petruk namanya.

Ia bukan manusia, bukan pula juru kunci seperti yang selama ini banyak orang kenal lewat sosok Mbah Maridjan.

Mbah Petruk adalah sosok gaib, dipercaya bersemayam di puncak Merapi.

Dianggap sebagai penjaga gunung paling aktif di Pulau Jawa ini.

Baca Juga: Peminat Program Magang Nasional Tembus 400 Ribu, Kuota Gelombang Pertama Terbatas

Namanya diambil dari tokoh pewayangan Jawa, Petruk, anak tengah dari Semar, bagian dari kelompok Punakawan yang dikenal sebagai penasihat sekaligus penghibur dalam cerita wayang.

Ciri khasnya mudah dikenali: badan tinggi, rambut lebat, dan hidung mancung yang jadi identitas paling melekat pada sosok ini.

Bagi masyarakat di sekitar Merapi, terutama di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Mbah Petruk bukan sekadar tokoh cerita rakyat yang dilupakan zaman.

Sosok ini dipercaya benar-benar menjaga warga yang tinggal di lerengnya, sekaligus jadi penanda kapan Merapi akan "punya hajat" atau dalam bahasa Jawa disebut nduwe gawe.

Baca Juga: Live Sore Ini, Berikut Jadwal Derby Della Madoninna AC Milan vs Inter Milan di Australia

Kemunculan Mbah Petruk konon ditandai dengan suara menyerupai terompet, yang sebenarnya berasal dari aktivitas vulkanik gunung.

Namun hal itu dimaknai warga sebagai isyarat langsung dari sosok penjaga ini.

Ada juga yang percaya, peringatan itu datang lewat mimpi.

Dalam tradisi Jawa disebut wangsit.

Lewat wangsit inilah, sebagian warga meyakini mereka mendapat petunjuk kapan harus mengungsi, dan kapan masih aman untuk tetap tinggal di rumah.

Baca Juga: Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Detektor Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Produksi Massal untuk Program MBG

Wujud paling nyata dari kepercayaan ini biasanya muncul lewat gumpalan awan panas saat Merapi erupsi.


Kalau bentuknya menyerupai sosok berhidung panjang, warga langsung memaknainya sebagai kemunculan Mbah Petruk yang sedang memberi peringatan.


Kepercayaan yang sama muncul kembali setiap kali Merapi menunjukkan aktivitas besar, termasuk saat erupsi besar tahun 2010, salah satu letusan paling dahsyat Merapi dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Kuba Kembali Gelap Gulita: Krisis Energi Parah Lumpuhkan Jaringan Listrik Nasional

Saat itu, kemunculan sosok yang dipercaya sebagai Mbah Petruk justru dimaknai sebagai bentuk perlindungan, bukan ancaman.

Mitos Mbah Petruk pada dasarnya tidak berdiri sendiri sebagai cerita mistis semata.

Namun juga membersamai sejarah panjang Merapi sebagai gunung yang sudah terbentuk sejak 400.000 tahun lalu.

Bagi warga lereng Merapi, mitos ini justru berfungsi sebagai pengingat yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: Heboh Kemunculan Ular Piton Raksasa di Kalideres Jakbar, Bikin Warganet Salah Fokus

Agar bisa selalu menjaga kelestarian alam dan tidak memandang gunung ini sebagai ancaman semata, melainkan sesuatu yang hidup dan harus dihormati.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Mitos Gunung Merapi Mbah Petruk Sosok Gaib Penjaga Merapi Beri Peringatan Lewat Mimpi tokoh pewayangan Jawa