RADAR JOGJA - Masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta pasti tidak asing dengan mitos Nyi Roro Kidul atau sering disebut Ratu Kidul.
Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai penguasa kerajaan laut yang membentang sepanjang garis Pantai Selatan.
Kisah Nyi Roro Kidul sebenarnya memiliki beberapa versi.
Namun, kisah yang paling diceritakan dari masa ke masa adalah Nyi Roro Kidul dulunya adalah seorang Putri Kerajaan Sunda Pakuan Padjajaran, anak dari Prabu Siliwangi.
Konon, Nyi Roro Kidul terkena santet yang membuat wajahnya menjadi buruk rupa dan dianggap terkutuk.
Karena hal itulah, Nyi Roro Kidul diusir dari kerajaannya.
Karena sakit hati, akhirnya ia berlari hingga ke Pantai dan mencuci wajahnya dengan air laut.
Setelah mencuci wajahnya menggunakan air laut, Nyi Roro Kidul merasa wajahnya membaik, seakan lautan menerima dirinya.
Baca Juga: Gandeng Lintas Pihak, Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak
Nyi Roro Kidul pun memutuskan untuk loncat ke dalam laut dan akhirnya menjadi penguasa Pantai Selatan Jawa.
Dipercaya bahwa, Nyi Roro Kidul memimpin ribuan prajurit jin dan peri, dan pengawal.
Nyi Roro Kidul juga dipecaya mengendalikan ombak dan cuaca di Pantai.
Nyi Roro Kidul juga memiliki tujuh tombak yang diberikan kepada pengikut setianya, yang setiap tombaknya memiliki kekuatan ghoib yang melindungi Pantai Selatan.
Larangan menggunakan pakaian berwarna hijau
Warna hijau dipercaya sebagai warna sakral kesukaan Nyi Roro Kidul.
Karena inilah muncul larangan memakai baju hijau di area Pantai Selatan.
Diyakini siapapun yang memakai baju hijau akan menarik perhatian Nyi Roro Kidul, sehingga mereka akan ditelan ombak dan dibawa ke kerajaan Pantai Selatan, dan akan susah untuk kembali.
Dan jika bisa kembali, maka sikap mereka akan sedikit ‘berbeda’.
Baca Juga: Libur Paskah Dongkrak PAD Wisata Gunungkidul, Pemasukan Tembus Rp1,2 Miliar
Ritual di Pantai Selatan
Hingga saat ini Pantai Selatan masih terus digunakan untuk melakukan ritual spiritual.
Banyak orang yang melakukan ritual pada bulan purnama ataupun pada malam tanggal 1 Suro.
Ritual dilakukan untuk mendapatkan pencerahan atau petunjuk.