Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gemar dengan Kisah-Kisah Supranatural, Ini Perbedaan Leak Bali dan Kuyang Kalimantan

Bahana. • Jumat, 5 Desember 2025 | 02:05 WIB

Photo
Photo
Di berbagai daerah di Indonesia, cerita horor selalu punya ciri khas masing-masing. Dua yang sering membuat orang penasaran adalah Leak dari Bali dan Kuyang dari Kalimantan.

Meski sama-sama digambarkan sebagai makhluk mistis yang menakutkan, keduanya punya asal-usul, bentuk, dan kepercayaan budaya yang sangat berbeda sehingga sering keliru dianggap sama.

Leak di Bali biasanya dikaitkan dengan praktik ilmu hitam atau ajian yang dipelajari seseorang.

Sosoknya dipercaya bisa berubah wujud, mulai dari menyerupai manusia dengan wajah menyeramkan, hingga bertransformasi menjadi bentuk-bentuk ganjil seperti kepala melayang dengan rambut panjang menjuntai.

Dalam cerita masyarakat, Leak sering digambarkan berkeliaran pada malam hari, terutama saat ada upacara-upacara tertentu, dan keberadaannya erat dengan konsep energi spiritual dalam tradisi Bali.

Namun penting dipahami, bagi masyarakat Bali sendiri, cerita Leak bukan sekadar horor, tetapi bagian dari sistem kepercayaan tentang keseimbangan antara baik dan buruk dalam kehidupan.

Sementara itu, Kuyang dari Kalimantan punya gambaran yang jauh lebih spesifik. Sosoknya sering diceritakan sebagai kepala perempuan yang melayang dengan organ dalam yang terurai.

Cerita rakyat menyebutkan bahwa Kuyang berasal dari perempuan yang mempelajari ilmu pengasihan atau kekuatan tertentu.

Untuk mempertahankan kecantikan atau tujuannya, ia harus mencari darah segar, sehingga banyak kisah mengaitkannya dengan ibu hamil atau bayi.

Meski legenda ini tersebar luas, masyarakat Kalimantan memandang cerita Kuyang sebagai bagian dari folklor yang diwariskan turun-temurun, bukan sesuatu yang selalu diyakini secara literal, melainkan sebagai simbol tentang konsekuensi dari tindakan melanggar batas.

Perbedaan paling mencolok dari keduanya ada pada bentuk dan asal-usul. Leak lebih beragam dan sering berhubungan dengan ritual adat Bali, sementara Kuyang memiliki bentuk tetap dan lebih dikenal sebagai makhluk yang berhubungan dengan ilmu pengasihan.

Kegiatan mereka juga berbeda: Leak sering digambarkan melakukan pergerakan dalam ritual tertentu atau sebagai ekspresi ajian yang sedang "bekelakuan", sedangkan Kuyang bergerak untuk mencari darah sebagai bagian dari konsekuensi ilmu yang diamalkan.

Selain itu, lingkungan budaya yang membentuk kisahnya juga berbeda. Bali memiliki tradisi spiritual yang kompleks, penuh simbol dan ritual, sehingga cerita Leak melekat dengan konsep keseimbangan kosmis.

Sementara budaya Kalimantan yang masih banyak dipengaruhi cerita lisan dan kepercayaan kuno menjadikan Kuyang sebagai pengingat moral serta bagian dari cerita rakyat yang kuat.

Dua daerah ini punya pendekatan berbeda terhadap dunia supernatural, sehingga makhluk mistis yang lahir dari budaya mereka pun tak sama.

Meski keduanya sering dijadikan bahan film, cerita viral, atau konten horor di media sosial, konteks budaya seharusnya tetap dihormati.

Kisah Leak dan Kuyang bukan hanya soal takut-menakuti, tapi cermin dari kepercayaan lokal yang telah hidup lama di masyarakat.

Memahami perbedaannya membantu kita melihat bahwa setiap daerah punya cara unik dalam menggambarkan hal-hal gaib, dan masing-masing punya makna yang lebih dalam daripada sekadar cerita hantu.


Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#kuyang #supranatural #Leak #urban legend