Bagi masyakarat setempat, Gunung Slamet dipercaya sebagai salah tempat bersemayam para dewa dan menjadi penghubung antara bumi dan khyangan.
Seperi halnya gunung lain yang ada di Indonesia, Gunung Slamet juga diselimuti dengan cerita misteri atau mitos tentang keberadaan sosok mahluk halus.
Misteri lain yang tak kalah terkenal yakni Gunung Slamet dipercaya memiliki mitos sebagai puncak Gunung Meru dari India yang dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu ke Pulau Jawa untuk dijadikan pasak bumi.
Dalam kisah yang tercatat di kitab Tantu Panggelaran, diceritakan bahwa sebelum Gunung Slamet ditanamkan, Pulau Jawa masih berguncang dan terombang-ambing di lautan karena belum memiliki penyeimbang.
Selain itu Gunung Slamet juga di yakini bersemayam mahluk halus yaitu Sang Bahureksa atau Mbah Jamur Dipa.
Cerita di baliknya tak luput dari cerita seorang pendaki yang bermalam di Gunung Slamet dan bermimpi didatangi oleh sesosok orang yang bernama Mbah Jamur Dipa, dan sering menujukan identitasnya dengan merasuki perantara manusia yang dirasukinya.
Hingga kini, banyak mitos yang dipercaya masyarakat sekitar dan pendaki.
Salah satunya keberadaan Pos Samarantu, yang dianggap sebagai pintu gerbang menuju kerajaan gaib.
Pendaki kerap melaporkan gangguan seperti suara gamelan, penampakan perempuan misterius, hingga suasana mencekam di lokasi tersebut.
Meski demikian, pendakian Gunung Slamet tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Masyarakat percaya ada pantangan yang harus dijaga, seperti tidak berkata kasar, tidak membawa jimat tertentu, serta selalu menjaga sopan santun selama perjalanan.
Keyakinan tersebut diyakini sebagai bentuk penghormatan agar perjalanan menuju puncak tetap aman dan selamat.
Penulis: Ni Made Shinta Apriliayani