RADAR JOGJA - Keajaiban selamatnya Vishwash Kumar Ramesh dari kecelakaan pesawat Air India pada 12 Juni 2025 tengah menjadi perbincangan hangat.
Vishwash, satu-satunya penyintas duduk di kursi 11A saat pesawat nahas itu jatuh tak jauh dari Mumbai, India.
Ini bukan pertama kalinya kursi 11A menjadi pusat perhatian.
Ruangsak Loychusak, aktor dan penyanyi asal Thailand, juga merupakan satu-satunya penyintas kecelakaan Air India 27 tahun lalu, saat dia duduk di kursi yang sama 11A.
Fakta tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai keamanan posisi duduk di pesawat.
Benarkah kursi 11A lebih aman?
Menurut para ahli penerbangan, kursi yang paling aman tidak dapat diberlakukan secara mutlak dan bergantung pada rincian kecelakaan yang terjadi.
“Ini lebih merupakan sebuah kebetulan, bukan sebuah kepastian. Dalam penerbangan, tak ada satu kursi yang dapat menjamin keselamatan sepenuhnya. Keamanan lebih bergantung pada proses kecelakaan, kondisi pesawat, dan titik dampak saat pesawat jatuh”, ujar Mitchell Fox, ahli keselamatan penerbangan dari Flight Safety Foundation.
Selain posisi duduk, prosedur keselamatan dan kepatuhan penumpang juga turut menentukan peluang selamat saat terjadi kecelakaan pesawat.
Penggunaan sabuk pengaman, instruksi dari awak kabin, hingga proses evakuasi yang berjalan cepat dan terorganisir juga menjadi aspek penting yang dapat menyelamatkan nyawa.
Sebuah studi dari University of Greenwich (2008) yang menemukan bahwa kursi di dekat pintu darurat dan bagian belakang pesawat lebih unggul dari kursi tengah saat terjadi kecelakaan.
Singkatnya, peristiwa Vishwash Kumar Ramesh dan Ruangsak Loychusak memang luar biasa, tapi bukan berarti kursi 11A lebih aman dari kursi lain di pesawat. (Muhammad Taufik)
Editor : Meitika Candra Lantiva