Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menjelajahi Lereng Merapi, Mengungkap Misteri di Balik Watu Gajah Kawasan Jembatan Sabo Dam Bronggang Cangkringan Sleman

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:30 WIB

Watu Gajah di Kawasan Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
Watu Gajah di Kawasan Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

RADAR JOGJA - Ada hal yang menarik di kawasan Jembatan Sabo Dam Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Di dekat jembatan yang melintasi Sungai Gendol itu terdapat seonggok batu hitam di tengah jalan yang jaraknya sekitar 15 Kilometer dari Puncak Merapi.

Bongkahan batu itu dijadikan monumen. Namanya Watu Gajah, meski dilihat dari bentuknya sama sekali tak mirip gajah.

Rupanya ada cerita di balik batu dengan ukuran 2,5 meter kali 3 meter ini.

Watu Gajah merupakan bukti kedahsyatan erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam.

Disebut Watu Gajah, karena ukurannya yang besar menyerupai gajah. Di lain sisi, warnanya pun menyerupai gajah. Hitam keabu-abuan.

Mungkin sebagian dari kalian yang pernah melintasi wilayah ini bertanya-tanya.

Mengapa batu sebesar itu justru diletakkan di tangah jalan.

Padahal masih banyak tempat yang lebih luas dan tentunya tidak mengganggu lalu lintas kendaraan.

Menurut cerita masyarakat yang beredar, batu sudah beberapa kali dipindahkan.

Sejumlah alat berat diturunkan, agar setidaknya batu itu bisa tergeser.

Berbagai ritual pun telah dilakukan, agar batu mau bergeser. Namun itu semua tak membuahkan hasil.

Semuanya sia-sia.

Warga percaya ada penunggu dalam batu tersebut. Sosoknya kuat. Berasal dari Gunung Merapi. Sehingga batu itu dianggap keramat.

Meski demikian masyarakat sudah terbiasa dengan batu tersebut.

Untuk mengenang batu yang merupakan saksi bisu bencana erupsi Merapi 2010, maka batu itu dibuat monumen.

Bagian bawahnya dibuatkan pondasi.

Batu ini menjadi tetenger, bahwa 2010 telah terjadi erupsi dahsyat yang mengakibatkan aliran piroklastik terbesar mengalir di Sungai Gendol.

Aliran piroklastik yaitu aliran yang terdiri dari campuran gas panas, abu vulkanik, pecahan batuan hang bergerak cepat menjauhi gunung berapi.

Alinan ini merupakan bahaya vulkanik yang paling mematikan karena suhu dan mobilitasnya yang tinggi.

Terlepas dari itu, Watu Gajah kerap dijadikan tempat tongkrongan sekaligus menikmati suasana Sungai Gendol.

Tak jarang Watu Gajah digunakan sebagai spot foto menarik karena kaya akan cerita di sebaliknya. (Aqi vaala)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#watu gajah #Argomulyo #Sleman #Watu Gajah di Kawasan Jembatan Sabo Dam Bronggang #Gunung Merapi #Dam Bronggang #Cangkringan #misteri #Erupsi Merapi #sejarah #Mengungkap #sungai gendol #Menjelajahi #lereng merapi