Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Legenda Jurig Jarian: Hantu Penunggu Sampah yang Masih Diyakini di Garut, Menghantui Anak-anak dan Ibu Hamil

Tastabila Maika Warditya • Senin, 30 September 2024 | 17:13 WIB

Ilustrasi tuyul di dalam botol.
Ilustrasi tuyul di dalam botol.


RADAR JOGJA - Kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap makhluk halus dan cerita mistis memang tak lekang oleh waktu.

Di beberapa daerah, kisah-kisah mengenai hantu lokal masih dipercaya dan diwariskan secara turun-temurun, termasuk di Garut, Jawa Barat. Salah satu sosok mistis yang terkenal di wilayah ini adalah Jurig Jarian.

Secara harfiah, istilah "Jurig" dalam bahasa Sunda berarti "hantu", sedangkan "Jarian" merujuk pada "tempat sampah".

Dengan kata lain, Jurig Jarian dianggap sebagai hantu yang konon menetap di tumpukan sampah atau area-area kotor yang tak terjamah.

Menariknya, hantu ini juga dipercaya sering menghuni tempat-tempat yang terlihat bersih, seperti toilet. Meskipun sudah dibersihkan berkali-kali, toilet tetap dianggap bagian dari lingkungan kotor yang menjadi tempat favorit bagi Jurig Jarian.

Menurut kisah yang berkembang di masyarakat setempat, penampakan Jurig Jarian memiliki dua versi. Ada yang percaya sosoknya menyerupai tuyul, makhluk kecil mirip anak-anak.

Namun, sebagian lainnya menggambarkan hantu ini sebagai sosok wanita dengan tubuh yang dipenuhi oleh tumpukan sampah.

Jurig Jarian diyakini hanya menampakkan diri pada waktu tertentu, terutama kepada anak-anak atau ibu hamil menjelang senja, tepatnya saat matahari hampir tenggelam, yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai waktu "sareupna".

Meskipun mitos mengenai Jurig Jarian ini tidak sepopuler hantu-hantu dalam budaya Sunda lainnya, kehadirannya dipercaya membawa dampak yang kurang menyenangkan.

Mereka yang melihat sosok ini konon akan mengalami gejala aneh seperti demam, gatal-gatal, atau bahkan kesurupan.

Penyembuhan dari gangguan Jurig Jarian pun terbilang cukup unik. Masyarakat setempat biasanya menggunakan campuran air kelapa muda, kopi pahit, sedikit garam, dan doa Ayat Kursi untuk mengusir pengaruh negatif dari makhluk tersebut.

Dari sudut pandang ilmiah, keberadaan Jurig Jarian memang belum dapat dipastikan.

Namun, jika dilihat dari perspektif budaya, cerita ini mungkin mengandung pesan moral yang ingin disampaikan oleh leluhur agar masyarakat selalu menjaga kebersihan.

Kisah-kisah seram seperti ini biasanya cukup efektif untuk menakuti anak-anak agar tidak bermain-main di tempat yang kotor dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Jurig Jarian #cerita mistis #toilet #Hantu Penunggu Sampah #Menghantui Anak dan Ibu Hamil #makhluk halus #hantu lokal #hantu toilet