RADAR JOGJA - Museum Lubang Buaya, adalah salah satu situs bersejarah terpenting di Indonesia.
Letaknya berada di Jakata Timur.
Museum ini didirikan untuk mengenang peristiwa kelam G30S PKI, di mana ketujuh perwira tinggi strategis militer Indonesia mengalami penculikan dan kemudian dibunuh pada 30 September hingga 1 Oktober 1965.
Peristiwa ini menjadi sejarah gelap perjalanan bangsa Indonesia.
Di balik latar sejarah kelamnya, ada beberapa kisah misteri yang sering terjadi di kawasan museum Lubang Buaya dan kemudian menyebar di kalangan pengunjung dan masyarakat setempat.
Berikut 3 kisah misteri Museum Lubang Buaya yang berkembang di masyarakat!
1. Penampakan Hantu Tentara
Banyak yang meyakini bahwa arwah para tentara masih berkeliaran di sekitar museum Lubang Buaya.
Selain berseragam, hantu ini kadang muncul dengan sosok yang kurang menawan dan berwajah rusak.
Konon ada saksi yang pernah melihat sosok tersebut sedang berjalan melintasi sumur Lubang Buaya.
2. Suara Tangisan di Malam Hari
Banyak pengunjung mengaku mendengar suara tangisan di sekitar kawasan Lubang Buaya, terutama di malam hari.
Konon suara ini bersumber dari sumur tua, tempat dimana tubuh para Jenderal dibuang dan di temukan.
Meskipun kejadian ini tidak ada dalam penjelasan ilmiah, berbagai pengunjung dan penjaga malam setempat mengaku bahwa suara tersebut nyata dan terdengar seperti rintihan para korban yang telah tewas pada peristiwa kelam tersebut.
3. Mencium Aroma Kemenyan yang Muncul Tiba-tiba
Banyak yang percaya bahwa aroma kemenyan yang mendadak muncul ini adalah tanda keberadaan makhluk halus dari para korban yang belum tenang.
Ada beberapa pengunjung yang merasa sensitif akan hal ghaib mengaku merasakan kehadiran “sesuatu” yang tidak kasat mata saat aroma kemenyan ini muncul.
Konon ada yang percaya bahwa roh para korban masih berada di lokasi tersebut, dan terjebak di dunia ghaib antara hidup dan mati.
Terlepas dari berbagai kisah misteri yang beredar, Museum Lubang Buaya tetap menjadi tempat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, yang bisa dikunjungi untuk melihat peristiwa yang mengubah arah jalannya sejarah bangsa.
Meskipun sulit dijelaskan secara ilmiah, kisah misterinya memperkuat aura kelam dari peristiwa
tersebut. (Muhammad Affan Himawan)
Editor : Meitika Candra Lantiva