RADAR JOGJA - Di berbagai daerah di Indonesia, sosok hantu perempuan bergaun putih sering dikaitkan dengan kuntilanak.
Namun, ternyata terdapat beberapa variasi dari hantu ini, salah satunya adalah hantu Bangsi yang dikenal luas di Kalimantan.
Mitos tentang hantu Bangsi menyajikan kisah yang lebih menyeramkan dibandingkan dengan kuntilanak yang kita kenal di daerah lainnya.
Hantu Bangsi digambarkan sebagai sosok perempuan dengan penampilan mengerikan, wajah yang hancur, pakaian lusuh yang penuh tanah kuburan, dan yang paling menakutkan adalah bayi yang ia gendong, masih terhubung melalui tali pusar yang menjulur ke tubuh ibunya.
Dikisahkan, jika seseorang bertemu dengan Bangsi di hutan, hantu ini akan melemparkan bayinya ke arah orang tersebut.
Lebih dari sekadar penampakan yang menyeramkan, bayi itu kemudian dikatakan akan menempel pada tubuh korbannya dan mulai menghisap darahnya hingga orang tersebut meninggal.
Tidak seperti kuntilanak yang sering dikaitkan dengan pemukiman manusia, Bangsi diyakini tinggal di hutan-hutan pedalaman Kalimantan, terutama di area dekat sungai.
Kehadirannya sering ditandai dengan munculnya bercak darah segar di sekitar lokasi hutan dan konon, darah tersebut akan semakin mendekati target yang akan menjadi korban berikutnya.
Mitologi ini juga menyebut bahwa Bangsi berkeliaran di hutan untuk mencari mangsa, dalam upaya memberi makan kepada bayinya yang tidak berhasil ia lahirkan dengan selamat.
Sosok ini dianggap sangat berbahaya karena kemampuannya untuk mengejar manusia dan menghisap darah sebagai bentuk pembalasan dendam.
Masyarakat setempat percaya bahwa aktivitas di hutan pada jam-jam tertentu, terutama saat magrib hingga menjelang isya, sangatlah berbahaya.
Pada waktu-waktu ini, kekuatan hantu Bangsi berada pada puncaknya, sehingga ia lebih aktif dan sulit dilawan.
Meski demikian, hingga kini belum ada cara pasti yang diketahui untuk menghadapi atau melawan hantu Bangsi.
Oleh sebab itu, para pelintas atau penduduk setempat dianjurkan untuk tidak berada di sekitar wilayah hutan pada waktu-waktu rawan tersebut.