Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Hantu Batitong: Hantu Terseram di Tanah Sulawesi, Pemakan Manusia dan Kerbau

Tastabila Maika Warditya • Selasa, 27 Agustus 2024 | 03:05 WIB

Ilustrasi dari hantu batitong di Sulawesi.
Ilustrasi dari hantu batitong di Sulawesi.


RADAR JOGJA - Setiap pulau yang berada di Indonesia pasti memiliki kisah yang menarik, begitu juga ciri khas disetiap cerita yang tersebar.

Salah satunya di Pulau Sulawesi yang dikenal sebagai habitat para flora dan fauna.

Selain alamnya, Pulau Sulawesi menyimpan kisah mistis yang cukup seram, kisah ini datang dari hantu bernama Batitong.

Batitong atau patitong merupakan hantu perempuan yang sangat seram.

Hantu ini memiliki gigi yang sangat kuning, matanya selalu berair, bibirnya tidak pernah berwarna merah karena terpengaruh oleh daun sirih serta tidak makan nasi hitam.

Konon katanya, hantu ini merupakan seorang perempuan yang telah meninggal saat menjalankan persalinan yang kemudian memakan manusia untuk memenuhi keinginannya.

Hantu ini sering terlihat pada malam hari, tanda kedatangannya pun bermacam-macam.

Salah satunya sering ditandai dengan hadirnya cahaya yang terlihat dari dahi, kepala atau tangannya.

Kemudian jika terdengar bunyi "torroko torroko nakande ko baitong" kalimat ini secara keseluruhan memiliki arti jika tertinggal jauh dibelakang atau memperlambat jalan, maka kamu akan dimangsa oleh hantu batitong.

Hantu ini biasa memangsa seorang ibu yang sedang hamil, begitu juga memangsa kerbau.

Jika ada kerbau yang mati kemudian ditemukan air liur yang menetes dari mulutnya, maka sudah dipastikan jika kerbau ini mati karena dimangsa oleh batitong.

Menurut kisahnya, batitong tinggal di daerah yang kotor dan berair seperti tempat pembuangan sampah, rawa-rawa, atau selokan.

Menurut cerita yang beredar, hantu ini bisa diusir menggunakan beberapa cara.

Masyarakat yang bertemu dengan batitong harus memukulnya dengan kayu pohon jarak atau kayu pallan, maka hantu tersebut pun akan pergi.

Kemudian bisa juga dengan mendirikan sebuah bambu pada pintu masuk yang diisi dengan daun passake dan daun kabuni.

Ada juga cara lain yaitu menggelar tikar di perbatasan kampung yang di atasnya ditaruh perhiasan dari Toraja Manikata.

Uniknya, jika hantu ini berhasil dibunuh maka masyarakat akan mengadakan upacara yang dinamakan Ma'manuk Tallu.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#seram #pulau sulawesi #Batitong #kisah mistis #Hantu Batitong #Mengenal #hantu