Mengenal 5 Tradisi Unik Indonesia yang Penuh Filosofis dan Makna

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:43 WIB
Ma
Ma'nene salah satu tradisi unik di Indonesia dari Toraja. (Pinterest)
 

 

RADAR JOGJA - Indonesia bukan cuma punya alam indah, makanan khas, dan beragam bahasa daerah.

Di balik itu semua, ada ratusan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dan masih dilakukan hingga sekarang.

Menariknya, beberapa tradisi tersebut mungkin terdengar tidak biasa bagi anak muda zaman sekarang.

Mulai dari ritual mengganti pakaian jenazah, "perang" di atas kuda, hingga warga yang berdandan seperti kerbau.

Baca Juga: Saling Kejar Poin Ketat: SMP Hagios Redam Perlawanan Pantang Menyerah SMPN 5 Yogyakarta DBL Junior

Tradisi-tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya.

Di balik setiap prosesnya, terdapat kepercayaan, nilai kebersamaan, hingga bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Berikut lima tradisi unik Indonesia yang menarik untuk diketahui:

1. Ma'nene, Tradisi Mengganti Pakaian Jenazah di Toraja

Membuka kembali makam orang yang telah meninggal mungkin terdengar tidak biasa.

Namun, hal tersebut menjadi bagian dari tradisi Ma'nene yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Dalam tradisi ini, keluarga akan mengeluarkan jenazah leluhur dari makam untuk dibersihkan dan dirawat. Setelah itu, jenazah akan dikenakan pakaian baru.

Bagi masyarakat yang menjalankannya, Ma'nene merupakan bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang telah meninggal.

Tradisi ini juga menjadi momen bagi keluarga besar untuk berkumpul bersama.

Baca Juga: Legawa Kalah, Suporter DEPSA Jalani "Hukuman" Push-Up di GOR UNY

2. Tiwah, Ritual Adat Dayak untuk Mengantarkan Arwah

Masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah memiliki ritual adat yang disebut Tiwah.

Upacara ini berkaitan dengan proses pengantaran arwah orang yang telah meninggal menuju Lewu Tatau, alam keabadian dalam kepercayaan Kaharingan.

Salah satu bagian dari prosesi Tiwah adalah pemindahan tulang-belulang jenazah ke tempat khusus yang disebut sandung.

Ritual tersebut biasanya diiringi berbagai kegiatan adat, seperti tarian dan musik gong. Pelaksanaannya juga dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Baca Juga: Gemuruh Tanpa Henti! Suporter DEPSA Padati GOR UNY Sejak Pagi Demi Dukung Tim Kebanggaan

3. Kebo-keboan, Warga Berdandan seperti Kerbau


Ada tradisi di Banyuwangi yang membuat sejumlah warga tampil menyerupai kerbau.

Tradisi tersebut dikenal dengan nama Kebo-keboan dan berkembang di kalangan masyarakat Suku Osing.

Dalam prosesnya, peserta akan mengenakan atribut menyerupai kerbau.

Tubuh mereka juga dilumuri lumpur dan kemudian menjalani ritual yang menggambarkan aktivitas kerbau saat membajak sawah.

Kebo-keboan berkaitan dengan harapan masyarakat terhadap kesuburan tanah dan hasil panen. Ritual ini juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa agar masyarakat terhindar dari bencana.

Tradisi tersebut masih dilestarikan di sejumlah wilayah Banyuwangi dan menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya setempat.

Baca Juga: Dominasi SMPN 1 Yogyakarta Tak Terbendung, Taklukkan SMPN 1 Depok dalam ajang Junior DBL 2026 Jogja

4. Pasola, "Perang" Tombak di Atas Kuda

Bayangkan dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan sambil membawa tombak kayu. Pemandangan tersebut bisa ditemukan dalam tradisi Pasola di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Meski terlihat seperti peperangan, Pasola merupakan bagian dari ritual adat masyarakat Sumba yang berkaitan dengan kepercayaan Marapu.

Tradisi ini biasanya digelar menjelang musim tanam.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, darah yang tertumpah dalam Pasola dipercaya berkaitan dengan kesuburan tanah.

Selain menjadi ritual adat, Pasola juga memperlihatkan keterampilan berkuda, keberanian, dan kemampuan para peserta dalam memainkan tombak.

5. Perang Topat, Saling Lempar Ketupat di Lombok


Kalau biasanya ketupat disantap bersama opor atau makanan khas lainnya, masyarakat di Lombok memiliki tradisi yang berbeda.

Dalam Perang Topat, masyarakat saling melempar ketupat sebagai bagian dari ritual budaya.

Tradisi ini melibatkan masyarakat Sasak Muslim dan umat Hindu serta menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan.

Perang Topat juga berkaitan dengan ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian serta harapan terhadap kehidupan yang lebih baik.

Tradisi ini biasanya berlangsung di kawasan tertentu yang berkaitan dengan aktivitas pertanian dan kini juga menjadi salah satu daya tarik budaya di Lombok.

Baca Juga: Tak Sekadar Museum, Musperin Ajak Pengunjung Mengenal Sejarah Perkebunan Indonesia

Bukan Sekadar Tradisi, Ada Makna di Baliknya

Lima tradisi tersebut menunjukkan betapa beragamnya warisan budaya Indonesia.

Hal yang terlihat unik atau bahkan tidak biasa bagi masyarakat sekarang ternyata memiliki makna yang erat dengan kehidupan masyarakat di daerah asalnya.

Di tengah perkembangan media sosial dan budaya populer, mengenal tradisi lokal menjadi salah satu cara agar warisan tersebut tidak semakin jauh dari generasi muda.

Sebab, melestarikan budaya tidak selalu berarti harus mengikuti seluruh ritualnya. Mengenal, memahami, dan menceritakan kembali makna di balik tradisi juga bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kekayaan budaya Indonesia.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Tradisi Unik Indonesia Filosofis dan Makna Budaya tradisi Mengenal