Mayoritas masyarakat modern mengira bahwa jaringan internet global bergerak sepenuhnya melalui sinyal satelit di ruang angkasa.
Kenyataannya, sekitar 99 persen lalu lintas data internasional ditransmisikan melalui jaringan kabel bawah laut (subsea cables) yang membentang di dasar samudera.
Kabel-kabel ini memiliki ketebalan yang sangat tipis, sering kali hanya seukuran selang taman rumah, namun dibungkus oleh pelindung baja bertingkat untuk menahan tekanan air laut yang ekstrem.
Di dalamnya terdapat serat optik berukuran mikroskopis yang mentransfer data berupa gelombang cahaya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Baca Juga: Steve Fletcher Yakin Andoni Iraola Bisa Sukses di Liverpool, tapi Tekanan Jauh Lebih Besar
Sejarah penggunaan kabel lintas benua ini sebenarnya telah dimulai sejak abad ke-19, ketika kabel telegraf transatlantic pertama kali dibentangkan. Kini, terdapat ratusan kabel aktif yang menghubungkan seluruh benua di bumi, menjadi fondasi utama bagi ekonomi digital global.
Tanpa infrastruktur ini, seluruh jaringan komunikasi internasional, transaksi perbankan, dan akses platform digital akan lumpuh seketika. Biaya pengerjaan dan pemeliharaannya sangat fantastis, melibatkan kapal-kapal khusus yang dirancang untuk menanam kabel di dasar laut yang dalam.
Infrastruktur tersembunyi ini memiliki tingkat kerentanan fisik yang sangat tinggi. Gangguan internet berskala besar di suatu negara sering kali bukan disebabkan oleh cyber attack, melainkan kerusakan fisik pada kabel tersebut.
Penyebab utamanya bervariasi, mulai dari jangkar kapal yang terseret di dasar laut, aktivitas gempa bumi bawah laut, hingga longsoran samudera.
Bahkan pada beberapa kasus, gigitan hiu yang tertarik oleh medan elektromagnetik kabel sempat menjadi ancaman nyata.
Proses perbaikan kabel bawah laut bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Kapal perbaikan khusus harus diluncurkan ke lokasi koordinat gangguan di tengah laut.
Kapal tersebut memotong dan mengangkat bagian kabel yang rusak ke permukaan menggunakan jangkar kait khusus, lalu menyambungkan serat optik mikroskopis secara manual dengan tingkat presisi tinggi sebelum menurunkannya kembali ke dasar samudera.
Baca Juga: Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje Playoff Liga Champions, H2h dan Susunan Pemain
Sifatnya yang teramat vital menjadikan jaringan kabel bawah laut sebagai objek geopolitik yang sangat krusial bagi keamanan nasional berbagai negara. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara besar mulai bersaing ketat untuk mengontrol rute peletakan kabel dan teknologi manufakturnya.
Kekhawatiran akan potensi penyadapan data serta penyabotan fisik membuat infrastruktur dasar laut ini kini dijaga lebih ketat dari era-era sebelumnya.
Editor : Bahana.