RADAR JOGJA - Sebuah studi penelitian menemukan gurita raksasa "mirip kraken" yang dapat menghancurkan tulang mangsanya dengan kuat sekalipun itu predator.
Penemuan ini di lautan Cretaceous.
Analisis puluhan fosil yang baru diidentifikasi mengungkapkan bahwa beberapa spesies gurita purba mencapai panjang hingga 19 meter.
“Studi kami menunjukkan bahwa ini bukan sekadar versi besar dari gurita modern,” kata dr Yasuhiro Iba, seorang paleontolog di Universitas Hokkaido dan penulis utama penelitian ini di kutip dari The Guardian.
Baca Juga: Persijap Jepara vs PSBS Biak, Mario Lemos Incar Tiga Poin di Laga Kandang Demi Jauhi Zona Degradasi
Gurita berukuran jumbo ini adalah predator raksasa di puncak rantai makanan laut Cretaceous.
"Ini mengubah pandangan bahwa laut Cretaceous hanya didominasi oleh predator vertebrata besar,” ujarnya.
Dengan demikian gurita ini akan menyaingi dan mungkin bahkan memangsa predator puncak seperti mosasaurus dan plesiosaurus.
Dilihat dari jejak paruh fosil, gurita raksasa berusia kurang lebih 100 juta tahun lalu dan menunjukkan pola keasusan berbeda dari gurita lain pada umumnya.
Gurita ini secara rutin menghancurkan tulang dan cangkang yang keras.
Meski relatif sedikit yang diketahui tentang gurita purba, namun tubuhnya yang lunak sangat jarang terawetkan sebagai fosil.
Studi ini mengandalkan analisis detail paruh fosil, struktur keras yang merupakan satu-satunya bagian kaku dari tubuh gurita.
Tim tersebut memeriksa kembali 15 paruh fosil besar yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai cumi-cumi vampir.
Tetapi analisis terbaru menyimpulkan bahwa paruh tersebut termasuk dalam kelompok kerabat gurita purba yang dikenal sebagai Nanaimoteuthis.
Baca Juga: Arab Saudi Tunjuk Georgios Donis Sebagai Pelatih Kepala Setelah Pecat Herve Renard
Dengan menggunakan pencitraan digital, tim tersebut juga menemukan 12 paruh gurita tambahan yang tersembunyi di dalam batuan Cretaceous, yang berasal dari 72 juta hingga 100 juta tahun yang lalu.
Salah satu spesies, Nanaimoteuthis haggarti.
Spesies ini ditemukan memiliki paruh yang lebih besar daripada cumi-cumi raksasa saat ini yang memiliki panjang sekitar 12 meter.
Ukuran tersebut dianggap sebagai invertebrata terbesar yang diketahui.
Dengan menggunakan hubungan antara ukuran rahang dan panjang tubuh pada gurita bersirip modern, tim memperkirakan bahwa Nanaimoteuthis haggarti memiliki panjang total antara 7 dan 19 meter, yang dapat menjadikannya invertebrata terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah.
Baca Juga: Datangi Fasilitas Latihan Baru New York Red Bulls, Jurgen Klopp Akui Rindu Melatih
“Kemungkinan besar ia menggunakan lengannya yang panjang untuk menangkap mangsa dan rahang bawahnya yang kuat untuk menghancurkan struktur keras seperti cangkang atau tulang. Keausan yang kuat pada rahang menunjukkan seringnya pengolahan mangsa yang keras. Ini termasuk ikan bertulang, hewan bercangkang, dan, mungkin, reptil laut raksasa seperti mosasaurus, yang ukurannya sebanding,” kata Iba.
Dr. Thomas Clements, seorang paleobiolog di Universitas Reading, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini menakjubkan.
“Melihat paruh sebesar ini sungguh menakjubkan, jujur saja. Itu adalah hewan yang sangat besar. Saya tentu tidak ingin berenang di lautan purba jika makhluk-makhluk ini berenang di sana,” katanya.
Baca Juga: Badai Cedera Menerjang Leeds United Jelang Laga Semifinal FA Cup Melawan Chelsea di Wembley
Gurita modern tidak menelan mangsa secara utuh tetapi menggunakan lengannya yang panjang dan fleksibel untuk menangkap dan menaklukkan mangsa, lalu mencabik-cabiknya dengan paruhnya.
Spesimen purba menunjukkan pola keausan yang berbeda yang menunjukkan strategi predasi yang serupa.
Pada individu yang terbesar, paruhnya menunjukkan keausan yang luas, dengan fitur yang dulunya tajam, seperti yang terlihat pada individu muda yang kecil, menjadi tumpul dan membulat seiring waktu, dan serpihan serta goresan juga terlihat.
Editor : Meitika Candra Lantiva