Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pacaran Dapat Rp 5 Juta, Nikah Dapat Rp 230 Juta: Program Unik Korea Selatan untuk Turunkan Krisis Kelahiran

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 13 September 2025 | 21:14 WIB
Ilustrasi orang korea berpacaran.
Ilustrasi orang korea berpacaran.

RADAR JOGJA – Upaya menekan angka kelahiran rendah di Korea Selatan kini dilakukan dengan cara unik.

Pemerintah Distrik Saha-gu, Kota Busan, meluncurkan program subsidi khusus bagi warganya yang pacaran hingga menikah.


Program ini memberikan insentif bertahap.

Warga yang berhasil menjalin hubungan melalui acara perjodohan resmi mendapat 500 ribu won (sekitar Rp 5 juta).

Jika hubungan berlanjut ke pertemuan keluarga, pemerintah memberi tambahan 1 juta won (sekitar Rp 23 juta).

Hadiah terbesar menanti pasangan yang menikah.

Pemerintah menyiapkan 20 juta won atau setara Rp230 juta sebagai kado pernikahan.

Tidak berhenti di sana, ada pula dukungan perumahan berupa uang muka hingga 30 juta won (lebih dari Rp 340 juta) dan subsidi sewa selama lima tahun.


Dengan total paket dukungan mencapai 53–71 juta won per pasangan, program ini diyakini bisa mendorong lebih banyak warga muda membangun rumah tangga.

Pasalnya, angka pernikahan dan kelahiran di Korea Selatan terus merosot, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia.


Meski menuai pro dan kontra, kebijakan ini menjadi sorotan internasional.

Banyak pihak menilai langkah Saha-gu bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah berani menggelontorkan dana besar demi memperbaiki demografi bangsa. (Ahmad Hatim Wafa)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#krisis kelahiran #berpacaran #unik #Busan #angka kelahiran #Korea Selatan #nikah