Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menguak Makna Uang Panai: Bukan Sekadar Mahar, Tapi Simbol Harga Diri dan Status Sosial

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 5 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Uang Panai’ yang berasal dari Sulawesi selatan merupakan teradisi adat Bugis yang akan selalu turn temurun di setiap generasi.
Uang Panai’ yang berasal dari Sulawesi selatan merupakan teradisi adat Bugis yang akan selalu turn temurun di setiap generasi.

RADAR JOGJA – Pernikahan merupakan momen paling sakral yang didambakan setiap pasangan.

Namun, bagi masyarakat suku Bugis di Sulawesi Selatan, pernikahan merupakan jenjang serius yang patut dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan matang.

Hal ini dikarenakan, salah satu tradisi yang telah melekat sejak dulu yang menjadi bagian dari prosesi pernikahan dan sering kali menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, yaitu uang panai'.

Uang panai', atau yang biasa dikenal dengan sebutan uang belanja, merupakan sejumlah uang yang wajib diserahkan oleh pihak calon mempelai pria kepada keluarga calon mempelai wanita sebagai biaya penyelenggaraan pesta pernikahan dan bekal hidup setelah menikah.

Tradisi ini bukan hanya sekadar mahar biasa, namun lebih dari itu, tradisi ini mencerminan status sosial dan kehormatan keluarga calon mempelai wanita, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi calon mempelai pria.

Uang Panai tidak memiliki Jumlah yang tetap. Namun, status sosial dan keturunan bangsawan punya peran penting dalam menentukan jumlah uang panai yang akan diberikan.

Misalnya wanita yang berasal dari keluarga terpandang atau memiliki darah bangsawan Bugis seringkali memiliki uang panai'dengan angka yang fantastis.

Terlebih bagi calon mempelai Wanita yang memiliki profesi tertentu, seperti Dokter, PNS, Haji, atau pengusaha sukses, juga dapat memengaruhi besaran uang panai' yang diperoleh.

Bahkan, paras dan popularitas seorang wanita pun bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah uang panai', semakin tinggi kualitas yang di miliki seorang wanita maka semakin tinggi juga uang panai’ nya.

Meski sering kali dianggap sebagai beban finansial, bagi masyarakat Bugis, uang panai' memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Uang panai bukan sekedar harta yang diberikan, namun merupakan simbol penghargaan dan kehormatan dari pihak pria kepada keluarga wanita.

Pemberian uang panai' juga menunjukkan keseriusan dan kemampuan finansial calon suami untuk menafkahi keluarganya kelak.

Tradisi uang panai' tak jarang juga memunculkan dilema.

Banyak pemuda Bugis yang harus bekerja keras. Tak sedikit pula kisah cinta mereka yang kandas akibat terbentur besaran uang panai' yang tak sanggup dipenuhi.

Namun, di era modern yang kini kian canggih, Uang panai dapat diatur lebih baik, di mana beberapa keluarga mulai lebih fleksibel dan mempertimbangkan kondisi finansial calon menantu, atau bahkan bersepakat untuk menentukan nominal yang lebih realistis.

Terlepas dari pro dan kontranya, tradisi uang panai' tetap menjadi bagian integral dari adat pernikahan suku Bugis yang kaya dan unik. (Annisa Malika Akbar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#status sosial #Uang Panai #Simbol Harga Diri #tradisi #mahar #menikah #makna