Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lurah Sukoreno Kulon Progo Olan Suparlan Sewa SPG untuk Jualan Hewan Kurban, Harus Tahu Presentase Daging

Anom Bagaskoro • Rabu, 4 Juni 2025 | 04:12 WIB

 

SPG menjelaskan sapi untuk kurban kepada calon pembeli di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo.
SPG menjelaskan sapi untuk kurban kepada calon pembeli di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo.
 

KULON PROGO - Ketika hobi bertemu kreativitas berpeluang membuka jalan rezeki. Hal ini tergambar jelas di tempat penjualan hewan kurban di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Tak hanya menjual hewan ternak, strategi pemasaran tempat penjualan tergolong topcer. Lantaran, penempatan SPG sebagai pegawai. 

Suasana berbeda nampak jelas di tempat penjualan hewan kurban di Padukuhan Gembongan, Kalurahan Sukoreno. Beberapa perempuan paro baya dengan lihai mengenalkan beberapa jenis sapi ke calon pembeli. Kelihaian mereka dalam mengenalkan produk seperti sales promotion girl (SPG) yang kerap dijumpai di acara besar.

Di sisi lain, ada seorang pria yang dikenal sebagai Lurah Sukoreno Olan Suparlan. Setiap selesai dari aktivitasnya menakhodai desa, dirinya menyempatkan diri mengunjungi tempat penjualan ternak. Lantaran tempat penjualan ternak itu adalah miliknya. "Ini sudah dipesan, makanya saya kasih tanda," ucapnya sambil mencat tubuh sapi dengan kuas Selasa (3/6).

Olan menjelaskan, usaha penjualan hewan kurban memang telah dilakukan selama puluhan tahun. Dirinya banyak tertarik di bidang peternakan sejak masih muda. Lantaran, kondisi geografis di tempat tinggalnya mendukung peternakan.

Alhasil ketertarikannya pada peternakan, khususnya sapi justru menjadi hobi. Bukan hanya hobi beternak tapi juga memiliki hobi bertransaksi jual beli sepi. Di sela-sela kesibukannya sebagai lurah, Olan selalu menyempatkan melihat peternakannya.

Dalam mengatur peternakannya, Olan juga punya cara unik. Utamanya memanfaatkan momen Idul Adha untuk memperoleh tambahan penghasilan. Walaupun sejatinya peternakan bukanlah sumber utama mata pencahariannya.

Justru ternak hanya sekedar hobi yang hendak disalurkan. "Kalau momen seperti ini memang harus dimanfaatkan," ucapnya.

Olan menjelaskan, untuk menggenjot penjualan dirinya mempekerjakan SPG. Lantaran, SPG hewan ternak masih jarang ditemui di wilayah DIJ. Keberadaan SPG dirasa menjadi strategi marketing yang bisa menarik kunjungan calon pembeli.

Akan tetapi, ia juga tak mau SPG hanya sebagai orang yang menunggu kandang atau calon pembeli. Melainkan SPG juga harus memiliki pengetahuan luas terhadap produk hewan ternak yang dijual mereka.

Konsep ini tercetus ketika melihat manajemen bank swasta yang kerap kali mengaplikasikan produk knowledge pada setiap pegawainya. Bahkan produk knowledge juga disampaikan ke satuan pengamanan di lingkungan bank.

"Jadi tugasnya SPG ini sebagai sumber informasi calon pembeli, sehingga setiap produk yang dijual harus hafal luar kepala," ungkapnya.

Olan menyampaikan, SPG dibekali kemampuan dalam menjelaskan setiap produk hewan ternak. Tidak hanya masalah jenis sapi, tetapi juga berat, persentase daging hingga keunggulan setiap hewan ternak.

Untuk mempermudah penyampaian informasi, SPG juga dibekali katalog produk. Setiap sapi yang dijual telah diinventarisi secara jelas. Mulai berat, jenis, asal sapi, hingga perawatannya. Hal ini tentu mempermudah calon pembeli untuk memilih.

Inovasi yang dilakukan oleh Olah juga berbuah manis. Lantaran penjualan di tahun ini tergolong tak sepi. Bahkan beberapa sapi telah dipesan jauh-jauh hari. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#presentase #Kulon Progo #hewan kurban #sapi #daging #sentolo #lurah #SPG #sepi