RADAR JOGJA - Indonesia memiliki anjing ras yang diakui Dunia yaitu anjing Kintamani dari Bali.
Anjing dengan ukran 40-45 cm ini memiliki penampilan yang unik dan menawan serta bisa menjadi penjaga rumah dan sebagai sahabat manusia.
Hewan ini mampu hidup hingga 20 tahun bila dirawat dengan baik.
Itulah mengapa banyak orang memilih untuk memelihara ras anjing ini karena bisa menemani mereka untuk waktu yang lama.
Tidak heran lagi jiga anjing Kintamani ini banyak diminati untuk di pelihara.
Berikut beberapa fakta unik anjing Kintamani
1. Berasal dari Bali
Anjing Kintamani adalah anjing yang berasal dari pegunungan Kintamani di Bali.
Anjing ini tidak bisa ditemukan di tempat lain yang jauh dari Kintamani.
Hewan ini adalah peliharaan yang populer untuk orang Bali dan satu-satunya ras resmi lokal Bali.
Ras ini dikembangkan dari anjing jalanan lokal di Bali yang berkeliaran bebas.
Seperti anjing gunung lainnya, anjing jenis ini juga memiliki bulu yang lebih panjang di sekitar leher dan ekor.
Namun, ciri-ciri lainnya seperti wajah lebar, dahi rata, telinga tegak, putih, hitam, cokelat kekuningan, dan belang-belang sehingga membuatnya berbeda dari anjing domestik lainnya.
2. Memiliki Ciri Fisik dan Warna yang Khas
Penampilan tubuh dari jenis anjing ini tergolong unik.
Anjing ini biasanya berukuran kecil hingga sedang dan sedikit lebih panjang dari tingginya.
Anjing Kintamani memiliki leher yang kuat, dada yang lebar, dan ekor berbulu tebal.
Anjing Kintamani juga memiliki tengkorak yang lebar tapi seimbang yang memiliki sedikit bentuk segitiga dan moncong yang lebar dan dalam.
Hidung anjing ini berwarna hitam atau cokelat tua.
Sedangkan matanya berbentuk lonjong seperti kacang almond dan berwarna cokelat. Telinganya berbentuk segitiga berukuran sedang.
Hewan ini memiliki mantel tebal berlapis ganda yang berwarna putih, krem, cokelat, dan hitam.
Terdapat empat warna yang khas pada anjing Kintamani,yaitu putih dengan corak cokelat kemerahan, hitam utuh mulus, cokelat muda, dan cokelat muda dengan warna kehitaman.
3. Ada Campuran Ras Lain
Anjing Kintamani ini adalah ras anjing yang berkembang secara alami di Bali dan tidak sengaja dikawin silangkan untuk kebutuhan manusia.
Anjing-anjing di daerah tersebut berkembang menjadi dua ras regional yang terpisah, yaitu anjing Kintamani dan anjing Bali.
Namun, sebuah legenda lokal percaya bahwa hewan tersebut adalah keturunan Chow-Chow yang dibawa ke pulau tersebut pada abad ke-13 oleh seorang pedagang Cina.
Menurut penelitian DNA baru-baru ini, hewan tersebut merupakan anjing lokal yang sudah kehilangan keanekaragaman genetiknya.
Akan tetapi, para peternak percaya bahwa campuran dari ras lain mungkin sudah terjadi di masa lalu yang jauh.
Trah yang paling sering disebut sebagai nenek moyang Kintamani adalah anjing Malamute dan Samoyed.
4. Mampu Beradaptasi di Pegunungan
Anjing khas Bali ini mempunyai bulu yang tebal di sekitar leher dan ekor.
Bulu yang tetap ini diduga sebagai hasil adaptasi terhadap kondisi cuaca yang dingin.
Bulu ini berguna untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat.Karena anjing jenis ini tinggal di dataran tinggi, sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
5. Tipe Anjing Penjaga dan Mudah Dilatih
Anjing jenis ini adalah salah satu jenis anjing yang cerdas, mudah dilatih dan tangkas.
Hewan ini dikenal pemberani dan waspada, dan memiliki rasa curiga yang cukup tinggi.
Mereka dengan senang hati memberi tahu kamu jika ada sesuatu yang memasuki wilayah tersebut.
Ini kemudian menjadikan mereka anjing penjaga yang sangat baik.
Namun, mereka cenderung agak agresif terhadap anjing lain, terutama yang melanggar batas wilayah mereka.
6. Diakui Dunia
Pencinta anjing Indonesia harus berbangga diri karena , anjing Kintamani merupakan anjing asli Indonesia yang telah diakui dunia.
Keputusan ini dibuat oleh Federation Cynologique Internationale (FCI), sebuah lembaga yang menaungi tentang keturunan atau trah anjing secara global.
Pada 20 Februari 2019, secara resmi FCI mengumumkan anjing Kintamani diakui sebagai anjing trah dunia.
Dengan begitu, anjing jenis ini sejajar dengan anjing Chow-Chow dari China, anjing Samoyed dari Rusia, dan anjing Akita Inu dari Jepang.
Proses anjing jenis ini untuk mendapatkan pengakuan dari internasional amat panjang.
Membutuhkan waktu sekitar 20 tahun dengan melibatkan banyak pihak, termasuk kalangan ahli.
7. Kebiasa Unik Anjing Kintamani Betina
Anjing kintamani betina memiliki kebiasaan unik saat sedang hamil, yaitu mereka akan menggali lubang yang cukup dalam.
Lubang tersebut akan mereka gunakan sebagai tempat untuk melahirkan dan mengasuh anak-anak mereka nantinya.
Anjing betina jenis ini bisa melahirkan hingga tujuh ekor anak anjing sekaligus.
8. Bulunya Tidak Gampang Rontok
Meskipun hewan ini memiliki bulu yang tebal, namun itu tidak mudah rontok, sehingga tidak terlalu sulit merawatnya.
Anjing ini hanya perlu dimandikan sesekali saja, tetapi penting untuk menyikat bulunya sebelum kamu membasahinya.
Hal itu karena air bisa menyebabkan kusut saat bulunya mengering.
Mereka biasanya harus disikat setidaknya sekali atau dua kali seminggu untuk mencegah kusut.
Selama pergantian musim, anjing ini mungkin akan merontokkan bulu bagian bawahnya, sehingga perlu kamu sisir setiap hari.
9. Diadopsi di Beberapa Negara
Anjing Kintamani ini sudah di adopsi di bebrapa negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.Antaralainnya Rusia.
Swiss,Singapura serta Malaysia.
10. Harga Anjing Kintamani
Kisaran harga anjing Kintamani kualitas unggulan adalah Rp 5 juta.
Biasanya, anjing yang berusia di bawah 6 bulan tanpa sertifikasi harganya Rp 1 juta.
Itulah bebrapa fakta untuk tentang Anjing Kintamani Dari Bali. (Oktavian Mariooven L)
Editor : Meitika Candra Lantiva