RADAR JOGJA - Meski telur mentah sering kali dianggap berisiko karena potensi kontaminasi bakteri Salmonella, di Jepang, konsumsi telur mentah tetap populer berkat proses pengolahan yang sangat ketat dan teknologi tinggi yang memastikan keamanan dan kualitasnya.
Begitu telur ditetaskan, prosesnya dimulai dengan pengumpulan telur yang dilakukan dengan sangat hati-hati.
Telur kemudian dicuci dan dibersihkan dari bakteri serta kotoran menggunakan mesin canggih yang juga menyeimbangkan posisi kuning telur, memastikan bahwa kuning telur tidak menyentuh cangkang yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi.
Setiap telur yang diproses juga diperiksa dengan teliti untuk mendeteksi adanya retakan atau kerusakan pada cangkang.
Telur yang tidak memenuhi standar kualitas ini langsung dipisahkan dan tidak dijual untuk konsumsi mentah, serta diberi label yang menyatakan bahwa telur tersebut tidak aman dimakan mentah.
Dengan demikian, hanya telur yang memenuhi kriteria ketat yang akan sampai ke konsumen.
Selain itu, peternakan di Jepang menerapkan kontrol kualitas yang sangat cermat, menjaga kebersihan dan kesehatan ayam untuk mencegah infeksi bakteri.
Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa telur yang sampai ke meja makan bebas dari bakteri berbahaya, termasuk Salmonella.
Proses-proses ini membuat telur mentah di Jepang lebih aman dikonsumsi dibandingkan di banyak negara lain.
Makan telur mentah juga merupakan bagian dari budaya Jepang yang sudah berlangsung lama.
Masyarakat Jepang percaya bahwa telur mentah mengandung banyak manfaat kesehatan, seperti protein, vitamin, dan asam amino yang mendukung sistem kekebalan tubuh serta meningkatkan energi.
Banyak orang Jepang juga percaya bahwa telur mentah baik untuk kesehatan kulit dan pencernaan, yang semakin memperkuat popularitas konsumsi telur mentah dalam tradisi kuliner mereka.
Secara keseluruhan, meskipun ada risiko yang terkait dengan konsumsi telur mentah, proses pengolahan yang canggih dan standar kualitas yang ketat di Jepang memungkinkan masyarakat untuk mengonsumsinya dengan lebih aman.
Telur mentah tetap menjadi pilihan yang dihargai, baik dari segi rasa maupun manfaat kesehatan, berkat pengolahan yang sangat hati-hati dan keyakinan budaya yang mendalam akan manfaatnya. (Martinus Jonathan Nainggolan)
Editor : Meitika Candra Lantiva