Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buahnya Beracun Tapi Daunnya Berkhasiat, Inilah Tanaman Holly yang Hidup hingga Ratusan Tahun

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Desember 2024 | 21:03 WIB
Tanaman holly (Pixabay)
Tanaman holly (Pixabay)

RADAR JOGJA - Selain bunga poinsettia, tanaman holly pun sering dijadikan dekorasi Natal sehingga identik dengan perayaan tersebut.

Tanaman ini masuk dalam famili Aquifoliacrae dan genus Ilex.

Cirikhas tanaman ini adalah daun yang bergelombang membentuk seperti duri berukuran kecil pada bagian tepi dan buah kecil yang merah yang menyala.

Namun, tak semua spesies holly menghasilkan buah berwarna merah, ada yang berwarna putih atau hitam.

Bahkan holly dengan daun hijau memiliki warna putih di bagian tepi.

Tanaman ini dapat bertahan di musim dingin.

Tanaman holy sendiri dapat hidup di wilayah yang beriklim tropis maupun subtropis.

Dipengaruhi oleh keadaan geografis, tanaman holly memiliki ratusan species di berbagai belahan dunia.

Meskipun begitu, tanaman ini lebih diklasifikasi menjadi dua jenis yaitu species yang tetap hijau sepanjang tahun (evergreen) dan species berganti daun (deciduous).

Contoh tanaman holly species evergreen Chinese holly (Ilex cornuta) dan American Holly (Ilex opaca) sedangkan species deciduous adalah Possumhaw (Ilex decidua) dan Winterberry holly (Ilex verticillata).

Sayangnya, ada satu tanaman holy yang mengalami kepunahan karena dirusak habitatnya yaitu Ilex gerdneriana.

Selain itu, terdapat pula species Ilex syzygiophylla yang merupakan endemic Tiongkok termasuk species holly terancam punah sejak tahun 2004 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Tanaman Holly dapat bertumbuh sekitar 46 cm sampai 18 meter.

English holly yang merupakan spesies holly yang ditemukan dapat tumbuh mencapai 15 cm.

Tanaman Holly yang tumbuh di Asia Timur dapat mencapai sekitar 6 meter sedangkan di wilayah Amerika Utara, tanaman holly dapat tumbuh 8 sampai 10 meter.

Pertumbuhan tanaman ini pun termasuk lambat hingga perlu bertahun-tahun sampai tinggi belasan meter.

Akan tetapi hidup tanaman ini bisa mencapai 100 tahun bila penanaman dan perawatannya tepat.

Buah pada tanaman ini terlihat seperti ceri namun tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi karena beracun.

Bila tertelan dapat menyebabkan muntah, mual, diare, bahkan sampai pada ketidakseimbangan elekrolit hingga kematian.

Bagian tanaman holly yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat adalah daunnya.

Daun Holly sering dijadikan tanaman obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan demam.

Bahkan di Brazil, tanaman species Ilxie Paraguatensis dijadikan teh.

Selain daun, kulit kayunya pun dapat membantu dalam pengobatan patah tulang.

Sebelum dikenal sebagai hiasan Natal, tanaman Holly oleh bangsa Celt yang termasuk nenek moyang orang Eropa percaya sebagai tanaman suci.

Bangsa Celt kebanyakan tinggal di Inggris dan Irlandia pun juga menganggap tanaman holly merupakan alat untuk jembatan perdamaian antara bangsa manusia dan bangsa peri.

Bahkan mereka juga meyakini bahwa tanaman holly adalah jelmaan dewa Thor sehingga menanam tanaman tersebut di pekarangan rumah agar dijauhkan dari sambaran petir dan menebang pohon holly adalah hal tabu.

Selain bangsa Celt, bangsa Roma kuno yang malakukan penjelajahan Inggris pun menggunakan tanaman holy yaitu daun dan buah untuk menghiasi pesta perayaan Saturnalia yang diadakan akhir Desember sebagai rasa syukur akan berakhirnya musim dingin.

Hal ini yang menjadi inspirasi mengapa tanaman holly sebagai hiasan Natal.

Jerman adalah bangsa yang pertama kali menggunakan tanaman ini sebagai dekorasi Natal.

Sejak itulah, mengapa tanaman holly menjadi identik atau simbolisasi Natal, baik asli maupun imitasi.

(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)

sumber: berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tumbuhan #Natal #beracun #hiasan