Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Christmas Truce 1914, Ketika Natal Membawa Gencatan Sejata pada Perang Dunia Pertama

Iwa Ikhwanudin • Senin, 23 Desember 2024 | 18:54 WIB
Peristiwa Christmas Truce 1914, monumen karya Andrew Edward, dan poster Film Joyeux Noel disutradarai Christian Carion (kolase dari Pinterest)
Peristiwa Christmas Truce 1914, monumen karya Andrew Edward, dan poster Film Joyeux Noel disutradarai Christian Carion (kolase dari Pinterest)

RADAR JOGJA - Perang Dunia Pertama merupakan salah satu sejarah kelam dunia yang menimbulkan trauma serta korban jiwa yang telah berjatuhan.

Perang Dunia I sendiri pun merupakan perang antara dua blok, yaitu, Blok Sekutu dan Blok Sentral.

Blok Sekutu atau dikenal juga Blok Entente terdiri dari Inggris, Prancis, Rusia, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Sedangkan Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Kekaisaran Ottoman.

Latar belakang Perang Dunia I meletus adalah tewasnya Arcduke Franz Ferdinand dari Austria yang dibunuh oleh seorang nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip.

Peristiwa terjadi pada tanggal 2 Juni 1914.

Akibatnya Austria mendeklarasi perang terhadap Serbia.

Perang Dunia I berlangsung 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918.

Uniknya, dalam periode Perang Dunia I yang berlangsung sengit, terjadi gencatan senjata yang daoat dikatakan tidak resmi jatuh pada malam Natal 1914.

Hal dikarenakan hasil kesepakatan tidak langsung antara tentara Inggris dan Jerman yang bertugas di front Barat (west front) atau garis pertahanan utama yang membentang dari Belgia hingga Swiss.

Kedua belah pihak memiliki kesamaan berniat baik untuk merayakan Natal.

Peristiwa ini dikenal sebagai Chrismas Truce 1914.

Peristiwa ini dimulai ketika negara-negara yang berperang tidak mengindahkan imbauan Paus Benediktus XV untuk berhenti sejenak dari pertempuran untuk merayakan Hari Raya Natal.

Namun, menjelang Malam Natal ketika perang berlangsung dingin, Kaisar William dari Jerman mengirim pohon natal untuk menghibur pasukan.

Pada tanggal 24 Desember 1914 siang, pasukan tentara Jerman dan Inggris masih terjadi baku tembak di daerah Bavaria, Jerman.

Korban jiwa antara dua belah pihak tak terelakkan.

Kala Malam datang di mana bertepatan dengan Malam Natal, suasana pun menjadi hening.

Tentara Jerman menyandungkan lagu Stille Nact (Malam Kudus).

Secara tak terduga Tentara Inggris pun ikut menyanyikan lagu tersebut dengan bahasa Inggris atau dikenal dengan judul Silent Night dan satu lagu yang berjudul Christmas Carol.

Suasana perang yang sengit menjadi syahdu karena kedua pasukan bernanyi bersama lagu pujian Natal hingga larut malam seolah menggambarkan damai Natal.

Kala fajar menyingsing di 25 Desember 1914 bertepatan Natal, pasukan tentara Jerman keluar dari tempat persembunyian dan menghampiri garis perlawanan lawan atau pasukan tentara Inggris di No Man’s-Land, Belgia.

Mereka membawa pohon natal kecil dan menyerukan Merry Christmas atau Selamat Natal dalam bahasa Inggris.

Hal itu dibalas oleh seorang Tentara Inggris, sebagian lainnya masih menaruh curiga dan menganggam hal tersebut adalah jebakan.

Namun, setelah tidak terdengar tembakan dan terlihat dengan jelas bahwa tentara Jerman tidak membawa senjata, para pasukan tentara Inggris pun ikut bergabung dan ikut berteriak Frohliche Weihnachten atau ucapan natal dalam bahasa Jerman.

Kedua pasukan dari negara yang saling bermusuhan tersebut saling bersalam-salaman dan merangkul.

Beberapa ada yang bertukar rokok, makanan, dan minuman sebagai hadiah.

Kemudian, bermain kartu, ataupun bola.

Selain itu, situasi itu juga dimanfaat oleh beberapa tentara untuk mengumpulkan dan menguburkan jenazah rekan-rekannya.

Peristiwa Christmas Truce 1914 pun telah diabadikan menjadi berbagai karya seperti seni, film, lagu, maupun pertunjukan teater.

Salah satunya monumen patung yang berjabat tangan dengan bola di antara tentara Jerman dan tentara Inggris.

Monumen tersebut merupakan karya Andrew Edward yang diabadikan di Messines, Belgia.

Selain itu, terdapat pula film yang disutradarai oleh Christian Carion yang juga bekerja sama dengan Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, dan Rumania.

Film tersebut berjudul “Joyeux Noel” atau Selamat Natal yang berhasil masuk nominasi Piala Oscar kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. ***

(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)

sumber: berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perang dunia i #jerman #perayaan natal #inggris