RADAR JOGJA - Laron merupakan serangga kecil atau disebut juga rayap terbang.
Binatang ini sering ditemui saat musim penghujan.
Fenomena munculnya laron belakangan ini terjadi di sejumlah wilayah.
Umumnya binatang laron muncul di malam hari. Mereka berkoloni mencari sumber cahaya.
Banyak orang bertanya-tanya mengenai apa fenomena munculnya laron.
Mengapa fenomena ini muncul dan apa dampaknya bagi masyarakat.
Fenomena laron ini muncul biasanya pada awal musik penghujan sehingga banyak masyarakat beranggapan bahwa laron sebagai penanda datangnya musim hujan.
Adanya fenomena ini memiliki dampak yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan masyarakat.
Keuntungannya adalah laron dapat menjadi sumber pakan alami bagi burung-burung, unggas, memancing dan lainnya.
Namun, di sisi lain, keberadaan laron dalam jumlah yang berlebihan juga dapat menjadi gangguan, terutama jika mereka memasuki rumah, sayapnya yang berjatuhan akan menjadi sampah.
Sebagian orang bahkan mulai memikirkan apakah laron bisa dimanfaatkan secara lebih produktif.
Ada yang berpendapat bahwa laron sebenarnya dapat dikonsumsi sebagai sumber protein yang cukup tinggi.
Dan di beberapa budaya, laron memang sudah lama menjadi bagian dari makanan tradisional.
Salah satu makanan yang sering dibuat oleh masyarakat dengan menambahkan laron adalah rempeyek laron.
Masyaraakat di daerah Boyolali, Yogyakarta dan Wonogiri kerap menjadikan laron sebagai rempeyek, sebagian orang menganggap laron memang agak jijik akan tetapi ada juga yang menganggap bahwa laron mengandung protein yang tinggi. (Aqi Vaala)