Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Dakocan: Boneka Ikonis Jepang yang Mengguncang Tren di Era 1960-an

Tastabila Maika Warditya • Kamis, 21 November 2024 | 22:17 WIB

Boneka populer jepang pada tahun 1960.
Boneka populer jepang pada tahun 1960.


RADAR JOGJA - Dakocan merupakan boneka plastik ikonis asal Jepang, sehingga boneka ini menjadi salah satu mainan yang paling dikenang di dekade 1960-an.

Boneka ini diproduksi oleh Takara Vinyl di Yokohama dan dikenal di negara asalnya dengan nama Dakko-chan.

Kehadirannya pertama kali di pasaran Jepang pada tahun 1960 langsung mencuri perhatian banyak kalangan.

Dakocan memiliki desain unik dan fungsional. Boneka ini dirancang dengan tubuh berwarna hitam yang diisi udara dan mampu melilitkan dirinya pada benda lain, biasanya di tangan atau kaki.

Nama Dakocan sendiri mencerminkan fungsi utamanya, yaitu “memeluk.”

Tidak heran jika boneka ini menjadi favorit, terutama di kalangan anak-anak yang kerap melilitkan Dakocan di tangan mereka saat bermain.

Boneka Pelengkap Gaya Hidup Wanita Muda Jepang

Tidak hanya populer di kalangan anak-anak, Dakocan juga berhasil merebut hati wanita muda Jepang.

Boneka ini menjadi semacam aksesori unik yang sering mereka lilitkan di lengan saat berjalan-jalan atau bersantai di ruang publik.

Popularitas Dakocan semakin melonjak setelah tren ini diberitakan secara luas oleh media massa, termasuk tayangan televisi.

Pemberitaan tersebut menjadikan Dakocan barang yang sangat dicari.

Mainan ini laris manis di toko-toko mainan dan toserba, bahkan membuat produsen kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Kepopulerannya mencapai puncak hingga toko-toko kehabisan stok, sementara pabrik terus berupaya memenuhi tingginya pesanan.

Keunikan dan Tantangan Akibat Barang Palsu

Salah satu keistimewaan Dakocan adalah matanya yang dibuat dari stiker khusus.

Mata tersebut bisa terlihat berkedip ketika dilihat dari sudut tertentu, menambah daya tarik boneka ini.

Namun, dengan kepopulerannya yang begitu besar, pasar mulai dibanjiri dengan barang tiruan.

Sayangnya, boneka palsu ini tidak memiliki fitur khas seperti mata berkedip yang dimiliki Dakocan asli.

Meskipun demikian, Dakocan tetap menjadi simbol budaya pop Jepang pada era 1960-an.

Kepopulerannya tak hanya menjadi cerita tentang sebuah mainan, tetapi juga tentang bagaimana tren sederhana dapat menciptakan fenomena sosial yang menggema hingga lintas generasi.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#boneka plastik #unik #dakocan #ikonis #Aksesoris #jepang