RADAR JOGJA - Hewan ini banyak ditemui menempel di tubuh hewan lain seperti paus, dan penyu. Hewan laut ini yaitu teritip.
teritip atau Barnacles merupakan salah satu hewan laut yang cukup unik, karena hewan ini hidupnya menempel dengan hal hal sekitar.
Hewan laut yang memiliki nama latin Cirripedia ini memiliki bentuk berwarna putih yang hidupnya menempel dengan barang dan makhluk hidup di sekitarnya.
Seperti cangkang penyu, kulit paus, bagian lambung kapal, dan juga sering kali ditemukan menempel di kerang dan juga di celah celah bebatuan.
Hewan laut satu ini diprediksi sudah ada sejak 510 juta tahun yang lalu, hingga sekarang hewan satu ini tidak mengalami banyak perubahan sejak kemunculanya.
Di balik habitat yang unik berikut ini, fakta menarik tentang hewan teritip yang masih sedikit orang tau, yukk Simak.
1. Mempunyai lendir lengket
Mungkin banyak yang heran dengan hewan satu ini, kok bisa ya menempel dengan kuat di dinding kapal, tempurung penyu, bahkan di kulit ikan paus.
Teritip ini mempunyai lendir yang biasanya akan dikeluarkan apabila mau menempel.
Lendir ini memiliki sifat cepat kering, dan termasuk juga sebagai salah satu lem alami paling kuat.
Jadi tak heran mengapa hewan satu ini mudah sekali menempel di tempat tempat yang bahkan hewan lain sulit untuk menggapainya.
2. Bukan termasuk keluarga siput
Pasti juga banyak yang mengira bahwa teritip termasuk dalam keluaraga siput, karena berlendir.
Faktanya hewan satu ini bukan termasuk dalam keluarga siput, tapi hewan teritip satu ini merupakan salah satu hewan laut yang mengelurkan lendir yang termasuk dalam krustasea.
Ternyata hewan teritip merupakan kerabat dekat dengan kepiting, lobster, dan juga udang.
3. Termasuk dalam parasite
Siapa sangka hewan yang sangat suka menempel di lambung kapal ini, termasuk dalam salah satu hewan parasit.
Karena hewan satu ini memiliki sifat menyusup dan menyebar pada tubuh inangnya, bahkan juga bisa mengubah prilaku dan penampilan dari inangnya.
Bukan hanya menambah beban berat pada inangnya saja, malinkan jika sang inang sudah menjadi korban dari teritip lama kelamaan tubuhya akan di grogoti teritip, hingga bisa membuat luka bolong pada tubunya dan lama kelamaan hewan yang ditempeli akan mati secara perlahan.
Penulis : Muhammad Miftahul Ma'ayis
Editor : Bahana.