Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inilah Teknologi Ciptaan Anak Bangsa Yang Ditolak Pemerintah Indonesia, Justru Diminati dan Diapresiasi Negara Lain

Bahana. • Selasa, 22 Oktober 2024 | 22:21 WIB
Alat baru yaitu therapy kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) ciptaan Dr. Warsito Taruno
Alat baru yaitu therapy kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) ciptaan Dr. Warsito Taruno

RADAR JOGJA- Indonesia tidak kurang orang jenius. Bahkan Indonesia sendiri pernah memiliki barang-barang ciptaan hasil karya anak bangsa.

Namun pemerintah pada saat itu kurang mengapresiasi dan mendukung hal tersebut bahkan sampai hal tersebut dicap melanggar aturan.

Namun anehnya ciptaan anak bangsa tersebut diminati bahkan diapresiasi di luar negeri.

Penasaran ciptaan apa saja tersebut? yukk simak pembahasan berikut:

1. Alat Terapi Kanker

Dr. Warsito Taruno telah berhasil menciptkan alat yang dapat menjadi terobosan baru yaitu therapy kanker Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) yang membunuh sel kanker dengan berbasis energi rendah yang dipadukan dengan teknologi terapi kanker.

Hasilnya setelah diuji coba, alat ciptaannya berhasil memerangi kanker dari tubuh penderitanya.

Akan tetapi sayang, alat canggih ciptaan Dr. Warsito ini tidak mendapat izin dari lembaga kesehatan Indonesia.

Malahan ECCT menarik perhatian Jepang yang terkenal dengan kecanggihannya dan melakukan riset.

Hasil riset yang dilakukan oleh negara Jepang mengakui bahwa alatnya terbukti efektif memerangi sel kanker dibandingkan produk negara lain.

Merasa puas dengan hasil penelitan, Jepang memesan Capacitive Cancer Treatment (ECCT).

2. Mobil Listrik

Gak cuma Jerman dan Amerika, Indonesia nyatanya juga mampu memproduksi mobil sports, mobil ini diberi nama Selo.

Mobil ciamik ini diciptakan oleh pakar mesin, Ricky Elson.

Tidak hanya model bodynya yang keren, mobil sport Selo juga ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar listrik.

Namun sayangnya, mobil canggih ini ditolak pemerintah Indonesia karena tidak lolos uji emisi.

Sementara itu, saat Pemerintah Indonesia menolak mobil canggih Selo ini, negara tetangga Malaysia justru meminang mobil sport canggih ini dan dikembangkannya lebih lanjut.

3. Kompor Ramah Lingkungan (biomassa)

Dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Muhammad Nurhuda berhasil menciptakan kompor biomassa, yaitu kompor ramah lingkungan.

Sesuai dengan namanya, kompor ini berbahan bakar kayu cacahan, butiran kayu dan pelet sawit.

Namun kompor biomassa ini justru laris di pasaran luar negeri seperti Norwegia, Peru, Meksiko, India, Kamboja, Timor Leste, serta negara-negara di kawasan benua Afrika daripada di Indonesia.

Alasannya karena bukan ditolak oleh pemerintah, tetapi masyarakat Indonesia lebih memilih kompor gas elpiji yang dinilai lebih praktis dan efisien.

Gimana sungguh sangat disayangkan bukan

Penulis: M Fikri Afifuddin

Editor : Bahana.
#alat #teknologi #kanker #Indonesia