RADAR JOGJA - Belakangan ini, istilah Sound Horeg mulai ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Dikenal sebagai salah satu tradisi baru yang berkembang di berbagai acara, Sound Horeg merupakan kumpulan alat pengeras suara berukuran besar yang menghasilkan efek suara menggetarkan, bahkan terkadang sangat keras hingga memekakkan telinga.
Ditambah dengan pencahayaan yang mencolok dan kehadiran penari latar, Sound Horeg menjadi hiburan yang penuh sensasi di tengah-tengah masyarakat.
Namun, tak bisa dipungkiri, kemunculan Sound Horeg juga menimbulkan kontroversi. Banyak warga yang merasa terganggu dengan suaranya yang terlalu keras dan bergetar hingga memicu kaca rumah bergetar, bahkan hampir pecah.
Tak heran jika Sound Horeg menjadi perbincangan hangat, baik bagi mereka yang menikmatinya maupun yang merasa terganggu.
Menurut Kamus Bahasa Jawa-Indonesia istilah "horeg" sendiri berarti bergerak atau bergetar.
Hal ini tentu sangat relevan dengan efek suara yang dihasilkan oleh Sound Horeg, yaitu suara yang tak hanya terdengar, tetapi juga terasa melalui getaran yang merambat.
Di berbagai wilayah di Indonesia, Sound Horeg telah menjadi semacam tradisi tersendiri, digunakan dalam berbagai acara mulai dari karnaval hingga konser.
Banyak yang menyebutnya juga dengan istilah battle sound, di mana tim-tim sound system berlomba-lomba menunjukkan kekuatan suara mereka.
Sound Horeg biasanya mencakup rangkaian sound system skala besar yang bisa ditempatkan di sekitar panggung, di atas truk besar, hingga dibawa berkeliling karnaval, hal ini memberikan sensasi suara yang berbeda dari sekadar pengeras suara biasa.
Bagi para penikmat Sound Horeg, sensasi suara menggetarkan ini menghadirkan keseruan tersendiri, terutama bagi mereka yang senang menikmati audio dalam skala besar.
Namun, di sisi lain, banyak pula yang merasa terganggu, terutama karena getaran dan kebisingannya yang dinilai berlebihan.
Tak jarang, getaran yang dihasilkan Sound Horeg bisa merusak kaca jendela hingga menyebabkan gangguan bagi pemilik rumah yang berdekatan dengan lokasi acara.
Meski popularitas Sound Horeg terus meningkat, belum ada informasi yang jelas mengenai kapan tradisi ini mulai muncul, namun yang pasti, tren adu sound system dalam format Sound Horeg ini belum lama dikenal di tengah masyarakat.
Banyak yang menyebut bahwa Sound Horeg berawal dari Malang, Jawa Timur, yang juga memiliki komunitas besar penggemar Sound Horeg bernama Sound Malang Bersatu.
Komunitas inilah yang kemudian membawa tren Sound Horeg semakin dikenal luas, menarik minat masyarakat yang menyukai suara menggelegar dan efek suara yang menggetarkan.
Bagi para penggemarnya, Sound Horeg adalah hiburan yang tak hanya terdengar, tetapi juga bisa dirasakan, yaitu membawa sensasi audio ke level yang lebih tinggi.
Namun, suara bising dan getaran yang dihasilkan Sound Horeg masih menjadi perdebatan, terutama di kalangan warga yang merasa terganggu.
Bagi mereka, keseruan Sound Horeg seharusnya dibatasi agar tidak menimbulkan kerugian, baik dari segi ketenangan maupun keamanan bangunan.