Di tulis oleh dua Rohaniwan Katolik Yakob Spranger dan Henry Kramer pada abad ke-15.
Buku ini menjadi panduan resmi Gereja Katolik Roma untuk mengidentifikasi, menuntut dan menghukum penyihir.
Satu misteri besar yang menyelimuti Malleus Maleficarum adalah tujuannya dari penulisannya.
Meskipun secara resmi disajikan untuk upaya memerangi praktik sihir dan menjelaskan cara mengatasi ancaman penyihir.
Banyak yang menduga bahwa buku ini lebih merupakan alat untuk menjustifikasi penganiayaan terhadap individu yang dianggap sebagai penyihir.
Tujuan sebenarnya dari Malleus Maleficarum telah menjadi subjek perdebatan yang hangat dikalangan sejarawan dan ahli agama.
Sumber-sumber kebenaran yang digunakan dalam Malleus Maleficarum juga menjadi misteri yang dipertanyakan, banyak dari cerita yang dikutip dalam buku tersebut tampaknya berdasarkan rumor, legenda dan takhayul.
Apakah bukti empiris yang kuat digunakan untuk mendukung klaim-klaim tersebut ataukah lebih merupakan cerita yang diperkuat oleh ketakutan dan paranoyamasa ?
Keabsahan sumber-sumber ini masih menjadi kontroversi.
Salah satu misteri terbesar seputar Malleus Maleficarum adalah dampaknya terhadap masyarakat pada masa itu dan masa mendatang.
Buku ini menjadi salah satu pemantik utama di balik masa-masa gelap inkuisisi di Eropa yang menyebabkan penyiksaan, penganiayaan dan eksekusi massal terhadap individu-individu yang dituduh sebagai penyihir.
Bagaimana sebuah buku yang memiliki pengaruh begitu besar terhadap tindakan kekerasan dan ketidakadilan.
Misteri-misteri ini menjadikan Malleus Maleficarum sebagai subjek minat yang berkelanjutan bagi para sejarawan, teolog dan peneliti.
Karya ini tidak hanya memberikan wawasan tentang pandangan dan praktik agama pada masa itu, tetapi juga menjadi peringatan tentang bahaya fanatisme, intoleransi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam sejarah manusia.
Penulis: M Fikri Afifuddin
Editor : Bahana.